Jakarta, Sinata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyerahkan hasil validasi dan pemadanan data calon penerima bantuan rumah rusak akibat bencana di wilayah Sumatera. Sebanyak 27.173 keluarga dinyatakan valid dan terverifikasi untuk diutamakan menerima bantuan stimulan perbaikan rumah.
BPS bertindak sebagai Koordinator Bidang Pengelolaan Data dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga 10 Februari 2026, proses pemadanan data telah dirampungkan di 46 dari 52 kabupaten/kota terdampak. Enam daerah lainnya tercatat tidak mengusulkan data.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam Press Conference Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta, menegaskan bahwa pembangunan Data Tunggal Bencana Sumatera menjadi fondasi penting dalam memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Kamis ( 12/2/2026 )
“Data yang akurat, terintegrasi, dan terpadu menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan data tunggal, pemerintah dapat memastikan bantuan benar-benar diterima keluarga terdampak yang berhak,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penunggalan data di 25 kabupaten/kota yang telah ditandatangani oleh tiga pihak kepala daerah, kepala kejaksaan negeri (kajari), dan kapolres tercatat 28.259 keluarga unik atau setara 94.642 jiwa. Dari jumlah tersebut, 27.173 keluarga atau sekitar 96,16 persen teridentifikasi memiliki rumah dalam kondisi rusak akibat bencana.
Angka tersebut menjadi dasar prioritas penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak. Pemerintah berharap dengan validasi menyeluruh ini, proses rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
Langkah BPS ini sekaligus menunjukkan penguatan tata kelola data dalam penanganan bencana, guna meminimalkan potensi tumpang tindih maupun kesalahan sasaran penerima bantuan di lapangan. ( SN10 )








Jadilah yang pertama berkomentar di sini