Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Nasional

BPS Rampungkan Validasi Penerima Bantuan Rumah Rusak Bencana Sumatera

bps rampungkan validasi penerima bantuan rumah rusak bencana sumatera
BPS

Jakarta, Sinata.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyerahkan hasil validasi dan pemadanan data calon penerima bantuan rumah rusak akibat bencana di wilayah Sumatera. Sebanyak 27.173 keluarga dinyatakan valid dan terverifikasi untuk diutamakan menerima bantuan stimulan perbaikan rumah.

BPS bertindak sebagai Koordinator Bidang Pengelolaan Data dalam Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Advertisement

Hingga 10 Februari 2026, proses pemadanan data telah dirampungkan di 46 dari 52 kabupaten/kota terdampak. Enam daerah lainnya tercatat tidak mengusulkan data.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam Press Conference Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta,  menegaskan bahwa pembangunan Data Tunggal Bencana Sumatera menjadi fondasi penting dalam memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, Kamis ( 12/2/2026 )

Baca Juga  Menjelang Munas 2026, Pondang Hasibuan Desak Pembentukan DPC PERADI RBA di Seluruh Indonesia

“Data yang akurat, terintegrasi, dan terpadu menjadi kunci percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan data tunggal, pemerintah dapat memastikan bantuan benar-benar diterima keluarga terdampak yang berhak,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penunggalan data di 25 kabupaten/kota yang telah ditandatangani oleh tiga pihak kepala daerah, kepala kejaksaan negeri (kajari), dan kapolres tercatat 28.259 keluarga unik atau setara 94.642 jiwa. Dari jumlah tersebut, 27.173 keluarga atau sekitar 96,16 persen teridentifikasi memiliki rumah dalam kondisi rusak akibat bencana.

Angka tersebut menjadi dasar prioritas penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak. Pemerintah berharap dengan validasi menyeluruh ini, proses rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga  Pemerintah Pamer Penyelamatan Duit Negara Rp 11,4 Triliun

Langkah BPS ini sekaligus menunjukkan penguatan tata kelola data dalam penanganan bencana, guna meminimalkan potensi tumpang tindih maupun kesalahan sasaran penerima bantuan di lapangan. ( SN10 )

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini