Jakarta, Sinata.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda puluhan wilayah di Indonesia pada 23 hingga 26 Februari 2026. Kondisi ini berisiko menimbulkan hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, yang memaksa masyarakat memperketat kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan hingga dampak lainnya.
Peringatan ini tidak datang tanpa alasan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa Monsun Asia sedang menguat, sehingga massa udara lembap dan tidak stabil diperkirakan membawa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang di sejumlah provinsi. Fenomena ini memperluas area risiko cuaca buruk hingga menjadi perhatian serius lembaga cuaca nasional.
Baca Juga: Lewat PPG, Kemenag Pastikan Guru Bersertifikat dan Sejahtera
21 Wilayah Berstatus Waspada dan Siaga Cuaca Ekstrem
Dikutip Minggu (22/2/2026), BMKG menetapkan wilayah-wilayah berbeda berdasarkan tingkat potensi cuaca ekstrem:
- Wilayah Waspada: hujan sedang hingga lebat yang berpotensi diiringi angin kencang meliputi banyak provinsi di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
- Wilayah Siaga: paparan hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di sedikitnya 6 daerah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
BMKG juga mencatat beberapa provinsi telah berada dalam status peringatan dini cuaca, dengan hujan yang bisa disertai kilat, petir dan angin kencang. Peringatan ini mencakup wilayah seperti Kalimantan Selatan, Bengkulu, Papua dan Riau dalam rentang waktu tertentu hari ini.
Direktur BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu awan-awan konvektif yang kuat di beberapa wilayah, sehingga fenomena hujan ekstrem dapat cepat berubah menjadi badai lokal. Intensitas hujan dengan debit tinggi dapat berlangsung dalam durasi singkat tetapi memberi dampak besar.
Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Laut dan Darat
Tidak hanya hujan deras, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang terutama di daerah pesisir dan laut. Angin kencang ini diprediksi dapat mempercepat gelombang besar di perairan tertentu, yang berisiko mengganggu transportasi laut dan keselamatan nelayan kecil.
Langkah antisipasi dan keselamatan menjadi fokus utama BMKG. Masyarakat dihimbau agar terus memperbaharui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi peringatan dini. BMKG juga meminta warga untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada saat kondisi cuaca mencapai puncak ekstrem.
Imbauan BMKG: Waspada 24 Jam Penuh
BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini bukan fenomena sesaat. Potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi siang maupun malam, bahkan saat aktivitas masyarakat sedang tinggi. Curah hujan yang intens dapat menyebabkan aliran permukaan yang cepat naik, sehingga risiko banjir dan tanah longsor pun meningkat terutama di wilayah rawan.
Peringatan ini pun datang di saat masyarakat masih dalam masa adaptasi terhadap perubahan iklim dan dinamika cuaca yang lebih tidak menentu. BMKG mengingatkan bahwa memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sejak dini adalah kunci untuk mengurangi potensi korban dan kerugian harta benda. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini