Jakarta, Sinata.id — Hujan masih menjadi “tuan rumah” di sebagian besar wilayah Indonesia. Intensitasnya bahkan masih tergolong tinggi di awal 2026, memicu banjir, longsor, hingga gangguan aktivitas warga. Namun di balik langit kelabu itu, sinyal perubahan musim mulai terbaca jelas.
BMKG memastikan, roda iklim Nusantara perlahan bergerak menuju fase kemarau. Peralihannya tidak serentak, melainkan bertahap dan berbeda di setiap daerah.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa puncak musim hujan tahun ini berlangsung lebih panjang dari pola normal. “Curah hujan tertinggi terjadi sejak akhir 2025 dan masih terasa hingga Januari–Februari 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Hujan Belum Usai, Tapi Arah Angin Sudah Berubah
Catatan BMKG menunjukkan, sekitar 39 persen zona musim di Indonesia masih berada pada fase puncak hujan di awal tahun. Kondisi ini menjelaskan mengapa hujan deras masih sering turun, meski kalender sudah berganti.
Namun, BMKG mencatat adanya perubahan sirkulasi angin dan tekanan udara yang menjadi tanda awal transisi musim. Fase ini diperkirakan mulai terasa akhir Februari hingga Maret 2026, saat frekuensi hujan perlahan menurun dan suhu siang hari mulai meningkat.
“Ini bukan kemarau langsung. Ada masa peralihan yang biasanya ditandai hujan tidak menentu, cuaca panas mendadak, lalu hujan singkat,” jelas Guswanto.
Daerah Yang Lebih Dulu Masuk Kemarau
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang diprediksi lebih cepat meninggalkan musim hujan. Daerah-daerah tersebut antara lain:
- Pesisir timur Aceh
- Wilayah utara dan timur Sumatera Utara
- Riau bagian utara
- Kepulauan Riau sisi barat
- Sejumlah wilayah Sulawesi
- Maluku
- Pesisir Papua Barat Daya
Kawasan ini diperkirakan mulai merasakan kondisi kemarau sejak Februari 2026, lebih awal dibanding wilayah lainnya.
Mei 2026: Kemarau Meluas
Sementara itu, sebagian wilayah lain baru akan benar-benar memasuki musim kemarau pada Mei 2026. BMKG mencatat ada sekitar 46 zona musim yang mengalami keterlambatan awal kemarau, mencakup beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau.
Pada fase ini, hujan mulai jarang, suhu siang terasa lebih terik, dan kelembapan udara menurun signifikan.
Juli Hingga September, Ini Puncaknya
BMKG memproyeksikan puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli hingga September. Pada periode ini, wilayah selatan Indonesia seperti:
- Jawa Timur
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
akan mengalami kondisi paling kering, dipengaruhi dominasi angin timur dari Australia. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini