Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Ekonomi & Bisnis

BI Tahan Suku Bunga, Fokus Redam Gejolak Rupiah di Awal 2026

bi tahan suku bunga, fokus redam gejolak rupiah di awal 2026
Bank Indonesia menahan BI Rate di level 4,75 persen pada RDG Januari 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan tekanan nilai tukar. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Bank sentral memilih bersikap “jaga-jaga” di tengah tekanan global yang kian intens. memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Januari 2026. Keputusan ini menegaskan prioritas otoritas moneter menjaga stabilitas, khususnya nilai tukar rupiah, saat ketidakpastian global belum mereda.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20–21 Januari 2026 memutuskan mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” ujar Gubernur BI dalam konferensi pers, Rabu (21/1/2026).

Advertisement

Sejalan dengan itu, BI juga menahan suku bunga deposit facility di 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen. Langkah ini dinilai konsisten dengan bauran kebijakan untuk menstabilkan rupiah sekaligus mengawal sasaran inflasi dan momentum pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  Bank Indonesia Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

Menurut Perry, arah kebijakan moneter ke depan tetap difokuskan pada penguatan transmisi pelonggaran yang telah ditempuh, termasuk dukungan kebijakan makroprudensial. Namun, ruang penurunan suku bunga akan tetap dicermati secara hati-hati dengan mempertimbangkan dinamika global dan domestik.

Sikap “tahan” BI juga sejalan dengan ekspektasi pasar. Konsensus ekonom yang dihimpun memproyeksikan BI Rate bertahan di 4,75 persen pada awal tahun. Seluruh analis dalam konsensus tersebut sepakat—tanpa perbedaan pandangan—menandai periode “hold” yang telah berlangsung empat bulan berturut-turut.

Tekanan pada rupiah menjadi latar kuat keputusan kali ini. Memasuki 2026, nilai tukar rupiah menghadapi arus ketidakpastian global yang meningkat, terutama dipicu dinamika geopolitik dan arah kebijakan Amerika Serikat. Rupiah bahkan sempat mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS dan tercatat sebagai salah satu mata uang Asia dengan kinerja terlemah, hanya sedikit lebih baik dibanding won Korea Selatan.

Baca Juga  Pemerintah Tempatkan Rp 200 T di Himbara, Akademisi USI Ingatkan Tantangan

Ekonom , Faisal Rachman, menilai keputusan BI sudah tepat untuk menjaga stabilitas. “Kami melihat BI Rate akan dipertahankan di 4,75 persen pada RDG Januari ini. Rupiah cenderung melemah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama yang bersumber dari AS,” katanya.

Dengan keputusan ini, pasar kini menanti sinyal lanjutan dari BI—apakah stabilitas yang terjaga akan membuka ruang pelonggaran berikutnya, atau justru menuntut kehati-hatian lebih lama di tengah badai global yang belum berlalu. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini