“Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi diduga terjadi secara tiba-tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah,” kata Nunung dikutip dari Kompas.com.
Dugaan tersebut juga diperkuat oleh kesaksian warga sekitar yang mengaku mendengar suara ledakan sebelum listrik padam.
Untuk kepentingan penyelidikan, potongan kabel transmisi yang putus telah diamankan dan saat ini diperiksa di laboratorium forensik Polri guna memastikan penyebab pasti kerusakan.
Sementara itu, PLN menyebut sebelum gangguan terjadi pada pukul 18.30 WIB, sistem kelistrikan Sumatera dalam kondisi normal dan terintegrasi.
Saat itu terdapat aliran daya besar menuju Sumatera Barat melalui koridor transmisi Jambi, tepatnya jalur Muara Bungo–Sungai Rumpeh.
Karena itu, gangguan pada jalur tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya pasokan daya dalam jumlah besar dan memicu blackout pada sistem interkoneksi Sumatera.
Nunung menegaskan hingga kini pihaknya tidak menemukan adanya indikasi sabotase maupun unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
“Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, bentuk kabel yang putus juga memperkuat dugaan tidak adanya sabotase karena kerusakan kabel terlihat berbentuk serabut dan tidak rapi seperti hasil pemotongan disengaja.
Saat ini, kondisi sistem kelistrikan di Sumatera disebut telah pulih sepenuhnya dan pasokan listrik kembali normal 100 persen. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini