Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Bahaya Hidup Suam-Suam Kuku: Renungan Penting bagi Pertumbuhan Rohani

persiapkan jalan untuk tuhan: tetap setia meski pelayanan terasa sia-sia
Pdt Manser Sagala, M.Th

Oleh: Pdt Manser Sagala,M.Th

Kehidupan rohani yang suam-suam kuku merupakan kondisi yang sangat tidak disukai Tuhan. Keadaan ini menggambarkan iman yang setengah hati—tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, namun juga tidak sepenuhnya menolak-Nya. Kerohanian seperti ini cenderung kompromistis, stagnan, dan merasa sudah cukup tanpa menyadari kebutuhan rohani yang sebenarnya.

Advertisement

*Akibat Kehidupan Suam-Suam Kuku*

Firman Tuhan memberikan peringatan keras tentang bahaya kondisi rohani seperti ini, terutama melalui surat Yesus kepada jemaat Laodikia.

1. Dimuntahkan oleh Tuhan (Penolakan)

Wahyu 3:15-16 (TB):
“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas… Karena engkau suam-suam kuku… Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Kata “memuntahkan” menggambarkan ketidaksenangan Tuhan terhadap kehidupan rohani yang tidak memiliki nilai, tidak berdampak, dan tidak memuliakan-Nya. Seperti air suam di kota Laodikia yang tidak menyegarkan maupun menyembuhkan, demikian pula iman yang suam tidak berguna secara rohani.

Baca Juga  Hidup Berbahagia: Dilahirkan Kembali oleh Roh Kudus

Hidup yang suam-suam kuku membuat seseorang kehilangan perkenanan Tuhan dan terputus dari hubungan yang akrab dengan Kristus.

2. Kebutaan dan Kemiskinan Rohani

Orang yang suam-suam kuku biasanya tidak menyadari kondisi rohaninya karena merasa aman oleh kekayaan materi atau rutinitas ibadah.

Wahyu 3:17 (TB):
“Engkau berkata: Aku kaya… tetapi engkau tidak tahu bahwa engkau melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang.”

Melarat & Malang: Di hadapan Tuhan, mereka berada pada kondisi rohani yang mengkhawatirkan meski secara lahiriah tampak baik.

* Miskin: Tidakmemiliki kekayaan rohani seperti kebenaran, hikmat, dan kuasa Roh Kudus.

* Buta: Tidak mampu melihat kebutuhan untuk bertobat dan berubah.

* Telanjang: Tidak memiliki jubah kebenaran Kristus sebagai perlindungan rohani.

Baca Juga  Renungan Akhir Tahun: Tuhan Tidak Berubah, Pengharapan Baru Menyongsong Tahun 2026

3. Kehilangan Kesempatan untuk Dipulihkan

Meski teguran Yesus keras, Ia tetap membuka pintu pertobatan. Namun, bahaya terbesar dari terus-menerus hidup suam-suam kuku adalah menolak panggilan pemulihan tersebut.

Wahyu 3:19-20 mengingatkan bahwa Tuhan menegur karena kasih, dan mengundang setiap orang untuk kembali membuka hati kepada-Nya.

Jangan biarkan hidup rohani kita menjadi suam-suam kuku. Tuhan menginginkan hati yang menyala bagi-Nya, iman yang teguh, dan kerinduan yang terus bertumbuh. Bukalah hati, responilah teguran-Nya, dan biarkan kasih-Nya memulihkan seluruh kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.(A27).

Cp Konseling dan Permohonan Doa
0811762709
Pdt. Manser Sagala, M.Th

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini