Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Babak Baru Kasus Kematian Dwinanda Linchia Levi, Istri AKBP Basuki Diperiksa, Terancam Dipecat!

kasus kematian dwinanda linchia levi terus menjadi sorotan setelah dosen untag semarang itu ditemukan tewas di kostel gajahmungkur.
Kasus kematian Dwinanda Linchia Levi terus menjadi sorotan setelah dosen Untag Semarang itu ditemukan tewas di kostel Gajahmungkur. (Ist)

Sinata.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang masih berduka, dan tanda tanya besar setelah dosen hukum pidana, Dwinanda Linchia Levi (35), ditemukan tewas tanpa busana di kamar kostel kawasan Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11/2025) semakin dalam, sementara penyidik Polda Jateng kini menyita pakaian, seprai, selimut hingga obat-obatan dan memeriksa perwira menengah AKBP Basuki yang mengaku memiliki hubungan khusus dan terancam dipecat karena dinilai melanggar etik serta norma kesusilaan.

Lantunan tahlil dan doa bersama di Masjid kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang menggema, memperingati tujuh hari kepergian dosen hukum pidana, Dwinanda Linchia Levi.

Advertisement

Di barisan saf, para dosen, pegawai, dan civitas akademika menunduk, beberapa tak kuasa membendung air mata.

Malam itu, bukan sekadar ritual keagamaan.

Doa menjadi bahasa terakhir yang bisa mereka kirimkan untuk Levi, di tengah misteri kematiannya yang hingga kini belum sepenuhnya terjawab.

Baca Juga: Dwinanda Linchia Levi Ternyata Dosen Brilian dan Punya Jejak Akademik Gemilang

Dosen yang Dikenal Dermawan

Dosen Fakultas Hukum Untag, Sri Setyawati, menjadi salah satu penggagas tahlil tersebut.

Ia mengaku tergerak karena keluarga Levi tidak berdomisili di Semarang.

“Kami jamaah khatmil Quran Fakultas Hukum merasa perlu melakukan ini. Beliau sudah tidak punya keluarga dekat di sini, keluarganya tersebar di luar kota. Kami juga tidak tahu apakah di sana diadakan tahlil atau tidak, jadi kami merasa wajib mendoakan dari kampus,” tutur Sri, dikutip Selasa (25/11/2025).

Di mata rekan-rekannya, sosok Levi bukan hanya cerdas di ruang kuliah, tetapi juga dikenal rendah hati.

Ia dekat dengan semua kalangan di kampus, mulai dari staf pengajar, mahasiswa, hingga petugas kebersihan dan tukang parkir.

“Beliau itu ramah sekali, ke office boy, ke tukang parkir, ke senior juga sangat hormat. Kepergiannya meninggalkan luka besar di kampus ini,” ujar Sri lirih.

Baca Juga: Terungkap! Dwinanda Linchia Levi dan AKBP Basuki “Living Together” Bertahun-tahun

Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Kostel

Kabar mengejutkan itu pertama kali mengguncang Semarang pada Senin, 17 November 2025 sekitar pukul 12.30 WIB.

Dwinanda Linchia Levi ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 210 sebuah kos-hotel (kostel) di kawasan Jalan Telaga Bodas Raya, Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Levi ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Di dalam kamar itu, turut berada seorang perwira menengah Polda Jawa Tengah, AKBP Basuki, yang kemudian diketahui menjabat Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.

Basuki menjadi orang pertama yang melaporkan kematian Levi kepada pihak kostel dan kemudian ke polisi.

Ia mengaku kaget ketika mendapati Levi sudah tergeletak di lantai, dengan darah keluar dari hidung dan mulut.

Menurut keterangan yang disampaikan ke penyidik, sehari sebelum meninggal, Levi sempat dibawa Basuki ke Rumah Sakit Telogorejo karena kondisi kesehatannya drop.

Pihak kepolisian membenarkan adanya riwayat gangguan kesehatan itu.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan tekanan darah Levi mencapai 190 dengan kadar gula sekitar 600 mg/dL, kondisi yang secara medis bisa memicu komplikasi serius.

Baca Juga  Sosok Dwinanda Linchia Levi dan Misteri Kematian Dosen Cantik Untag Semarang Tewas di Kostel

Baca Juga: ‘Pecah Jantung’ Jadi Dugaan Awal Kematian Dwinanda Linchia Levi

Hubungan Khusus Sejak 2020, Tinggal Serumah dan Satu KK

Dalam pemeriksaan, kata Kombes Artanto, AKBP Basuki mengakui memiliki hubungan khusus dengan Levi.

“Dari pemeriksaan, AKBP Basuki mengakui ada hubungan dengan almarhumah dosen Levi. Sejak 2020 sudah menjalin hubungan intens,” ujar Artanto, Senin (24/11/2025).

Seiring pendalaman kasus, muncul fakta lanjutan yang membuat publik tercengang.

Basuki dan Levi ternyata disebut telah tinggal satu atap selama sekitar lima tahun.

Nama Levi bahkan tercatat dalam kartu keluarga (KK) milik Basuki, meski status kependudukannya masih sebagai warga Purwokerto.

Temuan ini membuat keluarga korban mempertanyakan dasar administratif dan etika hubungan tersebut.

Mereka menilai banyak hal yang tidak wajar dan perlu dijelaskan secara terbuka.

Di awal kasus mencuat, Basuki sempat menyatakan hanya menaruh iba karena Levi dikabarkan tidak lagi memiliki orang tua.

Namun rangkaian fakta kemudian menunjukkan kedekatan mereka jauh melampaui hubungan sekadar simpati.

Baca Juga: 10 Fakta Baru Kematian Dwinanda Linchia Levi, Dari Kondisi Jenazah hingga Keterlibatan AKBP Basuki

Polisi Sita Pakaian, Seprai, Selimut, dan Obat-obatan

Penyidik Ditreskrimum Polda Jateng bergerak cepat. Olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dilakukan di kamar kostel 210.

Sejumlah barang disita untuk kepentingan penyelidikan, mulai dari pakaian, selimut, hingga seprai.

“Kami amankan pakaian milik AKBP Basuki dan dosen Levi, juga seprai serta selimut saat olah TKP,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto.

Di lokasi, polisi juga menemukan obat-obatan yang sebelumnya sempat dikonsumsi Levi. Seluruh obat itu kini diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Obat sedang dicek, apakah termasuk obat ilegal atau obat dari resep dokter,” jelasnya.

Selain barang-barang di kamar, polisi juga menggeledah mobil pribadi milik Basuki dan menemukan pakaian serta bukti berupa struk parkir Rumah Sakit Telogorejo tanggal 16 November 2025, yang menguatkan keterangan Basuki bahwa ia sempat membawa Levi berobat.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengungkap, tim Labfor akan memeriksa seluruh barang bukti secara forensik untuk mengetahui kandungan zat dan kemungkinan kaitannya dengan kematian Levi.

“Kami temukan obat-obatan dan barang lain, tim Labfor akan cek secara forensik bagaimana kandungannya. Kalau nanti sudah ada kepastian unsur pidana, perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan,” tegas Dwi.

Polisi saat ini juga masih menunggu hasil autopsi resmi dari tim dokter forensik.

Hasil tersebut diharapkan dapat menjelaskan secara ilmiah penyebab pasti kematian Levi.

Baca Juga: AKBP Basuki Bantah Punya Hubungan Asmara, tapi Tercatat Satu KK dengan Dwinanda Linchia Levi

Autopsi Lisan dan Pertanyaan soal “Aktivitas Berlebihan”

Di sisi lain, keluarga menyebut telah menerima penjelasan lisan terkait autopsi.

Menurut mereka, tidak ditemukan tanda kekerasan, tetapi ada indikasi “aktivitas berlebihan” yang diduga berkontribusi terhadap kondisi jantung yang disebut mengalami sobekan.

Baca Juga  Dwinanda Linchia Levi, Dosen Cantik Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel dengan Oknum AKBP

Pernyataan itu justru memunculkan tanda tanya baru, terutama karena Levi ditemukan tanpa busana di kamar kostel.

Pihak keluarga mendesak polisi mengurai secara transparan apa yang dimaksud dengan aktivitas tersebut dan apakah ada faktor kelalaian atau unsur lain di balik peristiwa itu.

Kuasa hukum keluarga, Zainal Abidin Petir, juga menyoroti keberadaan obat-obatan di kamar.

“Saya ingin tahu obat apa saja yang disita. Obat sakit biasa, obat perangsang, atau jenis lain? Itu harus dijelaskan,” ujarnya saat mendatangi Polda Jateng, Senin (24/11/2025).

Zainal menyinggung kemungkinan penerapan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, apabila terbukti ada tindakan ceroboh yang memicu kematian korban.

Ia juga mengaku mendapat informasi soal dugaan pulang paksa dari rumah sakit.

“Katanya dia seharusnya opname di RS Telogorejo, tetapi pulang paksa. Kalau belum layak pulang, siapa yang memutuskan? Apakah ada pihak yang mendesak? Ini bentuk kelalaian apa dan siapa yang bertanggung jawab? Itu yang kami minta polisi dalami,” tegasnya.

Semua pernyataan tersebut masih bersifat dugaan dan menjadi bahan pertanyaan keluarga yang diminta untuk dijawab secara resmi oleh penyidik.

Baca Juga: Aktivitas Terakhir Dwinanda Dosen Untag Ditemukan Tewas hingga Menyeret Nama AKBP Basuki

AKBP Basuki Terancam Dipecat dari Kepolisian

Terlepas dari proses pidana yang masih berstatus penyelidikan, karier AKBP Basuki di institusi kepolisian sudah berada di ujung tanduk.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng telah menjatuhkan sanksi penempatan khusus (patsus) selama 20 hari, mulai 19 November hingga 8 Desember 2025.

Dasarnya: pelanggaran etik berat karena hidup satu rumah dengan seorang perempuan yang bukan istrinya, sementara ia masih berstatus berkeluarga.

“Perbuatannya melanggar kode etik dan norma kesusilaan di masyarakat. Dalam sidang etik, sanksi yang mungkin dijatuhkan mulai dari demosi, penundaan kenaikan pangkat, sampai hukuman terberat berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH),” jelas Kombes Pol Artanto.

Kabid Propam Polda Jateng Kombes Pol Saiful Anwar menegaskan, penanganan terhadap Basuki menjadi bukti bahwa setiap anggota yang melanggar akan diproses tanpa memandang pangkat dan jabatan.

“Siapapun anggota yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan. Ini langkah awal agar pemeriksaan berjalan profesional dan transparan,” kata Saiful.

Di tengah sorotan publik, pengakuan bahwa Basuki ikut membiayai pendidikan doktoral Levi di Universitas Diponegoro juga ikut menjadi bahan perbincangan.

Laporan harta kekayaan (LHKPN) miliknya yang hanya sekitar Rp 94 juta, sementara biaya program doktoral ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, memicu pertanyaan baru tentang sumber pembiayaan.

Namun, dugaan dan spekulasi terkait hal ini masih menunggu klarifikasi resmi dari aparat penegak hukum.

Baca Juga: Jejak Dwinanda Linchia Levi hingga AKBP Basuki Buka Suara soal Kematian Dosen Cantik Untag

Teman Basuki dan Penjaga Kostel Diperiksa

Dalam pengungkapan perkara ini, polisi telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi.

Selain AKBP Basuki sendiri, ada penjaga kostel, kakak kandung Levi, dan seorang teman Basuki bernama Hananto (juga disebut Hanoto dalam beberapa keterangan).

Baca Juga  'Pecah Jantung' Jadi Dugaan Awal Kematian Dwinanda Linchia Levi

“AKBP Basuki saat melihat korban sudah meninggal di kamar kostel, pertama kali menghubungi Hananto. Dia teman Basuki, warga sipil, bukan anggota polisi,” terang Kombes Artanto.

Sebagai orang pertama yang dihubungi Basuki, keterangan Hananto menjadi penting untuk memetakan ulang kronologi detik-detik setelah Levi ditemukan tewas.

Penyidik juga menelusuri jejak komunikasi, baik percakapan langsung maupun digital, untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum Levi meninggal dunia.

Baca Juga: Sosok Dwinanda Linchia Levi dan Misteri Kematian Dosen Cantik Untag Semarang Tewas di Kostel

Lilin-lilin Menyala di Kampus Untag

Di luar tembok kepolisian, gelombang solidaritas terus berdatangan.

Civitas akademika Untag Semarang menggelar aksi menyalakan lilin di halaman kampus sebagai simbol pencarian keadilan bagi mendiang Levi.

Ratusan mahasiswa dan dosen berdiri mengelilingi foto Levi yang dipajang di tengah halaman.

Rangkaian bunga dan cahaya lilin menjadi saksi bisu kegelisahan mereka.

“Ini bukan hanya tanda duka, tapi juga suara nurani kami. Hati kami akan terus menyala sampai kasus ini tuntas,” ujar Presiden Mahasiswa Untag, Bintang Laksamana, dalam orasinya.

Mereka menilai informasi resmi yang beredar hingga kini belum cukup menjawab dugaan kejanggalan yang berkembang di publik.

Civitas akademika mendesak agar setiap pihak yang terbukti terlibat, tidak hanya diberi sanksi administratif seperti mutasi atau pemecatan, tetapi juga diproses secara pidana bila memang ada unsur pelanggaran hukum.

Mereka juga meminta pihak kampus untuk aktif mengawal proses hukum dari awal hingga akhir.

Baca Juga: Dwinanda Linchia Levi, Dosen Cantik Tewas Tanpa Busana di Kamar Hotel dengan Oknum AKBP

Keluarga Minta Polisi Transparan dan Tuntas

Keluarga besar Levi menegaskan, tuntutan mereka sederhana: kejelasan.

Mereka ingin polisi membeberkan penyebab kematian Levi secara terang, ilmiah, dan dapat dipahami publik.

Mulai dari kondisi medis, peran obat-obatan, hingga sejauh mana hubungan pribadi antara korban dan Basuki berpengaruh pada peristiwa tragis tersebut.

“Kami tidak ingin fitnah, kami hanya ingin kepastian. Kematian ini jangan dibiarkan menggantung,” ujar kuasa hukum keluarga, Zainal Abidin Petir.

Ia menekankan, kejujuran dan transparansi menjadi kunci, apalagi perkara ini turut menyeret nama aparat penegak hukum.

“Kalau pelakunya atau pihak yang terlibat adalah aparat, justru harus lebih terbuka. Yang melanggar harus diproses supaya citra institusi tidak ikut rusak,” katanya.

Lanjutkan Membaca: Bencana Tapteng: Sibolga Terendam, Rumah Rata, Banyak Titik Longsor, Jaringan Komunikasi Ikut “Tenggelam”

Polisi: Penyidikan Masih Berjalan

Di tengah derasnya tekanan publik, Ditreskrimum Polda Jateng memastikan penyelidikan masih berjalan.

Polisi belum menyimpulkan adanya atau tidaknya tindak pidana, karena seluruh bukti masih dikumpulkan dan dianalisis.

Pemeriksaan forensik terhadap obat-obatan, hasil autopsi resmi, keterangan saksi, hingga rekonstruksi kronologi peristiwa akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Kasus kematian Dwinanda Linchia Levi kini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga dan kampus, tetapi juga menjadi ujian besar bagi transparansi penegakan hukum. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini