Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Asal-Usul Manusia Modern Diklaim Berada di Afrika Selatan, Namun Dipertanyakan Para Ahli

asal-usul manusia modern diklaim berada di afrika selatan, namun dipertanyakan para ahli
Gambar ilustrasi ilmuwan mencari DNA manusia pertama. AI

Sinata.id – Sebuah penelitian yang dipimpin oleh Profesor Vanessa Hayes dari Garvan Institute of Medical Research mengklaim telah berhasil memetakan tempat asal usul manusia modern secara lebih tepat, yaitu di sebuah wilayah di selatan Sungai Zambezi. Namun, klaim besar ini langsung menuai skeptisisme dari para ilmuwan lain di bidang serupa.

Tim Profesor Hayes menganalisis 1.217 sampel DNA mitokondria (yang diturunkan dari garis ibu) dari populasi di Afrika bagian selatan. Dengan melacak garis keturunan hingga ke “ibu” tertua, mereka menyimpulkan bahwa “rumah leluhur” manusia modern terbentang dari Namibia, melintasi Botswana, hingga Zimbabwe. Dukungan bukti geologis dan arkeologis menunjukkan bahwa wilayah ini dahulu adalah lahan basah yang subur, mampu menopang kehidupan manusia selama 70.000 tahun.

Advertisement

“Kita telah lama mengetahui bahwa manusia modern berasal dari Afrika sekitar 200.000 tahun yang lalu, tetapi yang baru kita ketahui hingga penelitian ini adalah di mana tepatnya asal usulnya,” ujar Hayes, seperti dikutip dalam publikasinya.

Baca Juga  111 Jamaah Calon Haji Pematangsiantar Ditepung-Tawari, Walikota Titip Doa untuk Kota

Bantahan dan Skeptisisme dari Komunitas Ilmiah

Meski klaimnya terdengar revolusioner, sejumlah pakar genetika dan paleoantropologi menyoroti kelemahan metodologi penelitian ini.

  • Keterbatasan Sampel: Sarah Tishkoff, ahli genetika dari Universitas Pennsylvania, mempertanyakan bagaimana tim bisa yakin tidak ada garis keturunan yang lebih tua di wilayah Afrika lain yang tidak disertakan dalam sampel penelitian. Ia menekankan bahwa manusia telah bermigrasi dalam jarak jauh, sehingga mustahil menarik kesimpulan geografis hanya dari variasi populasi modern.

  • Kompleksitas Migrasi Manusia: Chris Stringer dari Museum Sejarah Alam London menyatakan keraguan serupa. “Saya benar-benar berhati-hati dalam menggunakan distribusi gen modern untuk menyimpulkan secara pasti di mana populasi leluhur hidup 200.000 tahun lalu, khususnya di benua yang sebesar dan serumit Afrika,” katanya. Stringer menambahkan bahwa studi yang berfokus pada satu bagian genom saja tidak dapat menangkap kompleksitas penuh asal-usul mosaik manusia.

Baca Juga  Lansia Tewas Terpeleset-Hanyut di Sungai Bah Bolon, Simalungun

Intinya, meski penelitian ini memberikan potongan teka-teki baru, para ahli sepakat bahwa gambaran lengkap asal-usul manusia modern masih jauh lebih rumit dan tidak dapat dijawab hanya oleh satu studi. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini