Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K •DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - – NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hukum & Peristiwa

Anggota DPR RI Desak APH Ungkap Dalang Teror Aktivis KontraS

anggota dpr ri desak aph ungkap dalang teror aktivis kontras
Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion (Parlementaria)

Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion mendesak aparat penegak hukum (APH) mengungkap dan mengusut tuntas dalang di balik serangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Desakan ini mencuat setelah Komandan Pusat Polisi Militer TNI mengungkap bahwa empat pelaku penyerangan merupakan oknum anggota Badan Intelijen Strategis TNI.

Advertisement

Mafirion mengapresiasi langkah TNI yang membuka keterlibatan anggotanya. Namun, ia menegaskan proses hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan semata.

Menurutnya, pengungkapan aktor intelektual dan motif di balik aksi kekerasan tersebut menjadi kunci untuk menghadirkan keadilan yang utuh. Tanpa itu, penegakan hukum dinilai hanya menyentuh permukaan.

Ia juga menilai keterlibatan oknum aparat intelijen dalam kasus ini menjadi peringatan serius bagi kondisi demokrasi. Mafirion mencurigai adanya upaya sistematis untuk membungkam aktivitas advokasi hak asasi manusia melalui teror terorganisir.

Baca Juga  Diplomasi Harus Dikencangkan, DPR Soroti Eskalasi Konflik Timur Tengah

“Jika benar ada keterlibatan dari dalam institusi negara, maka ini menjadi ancaman nyata. Negara seharusnya melindungi, bukan justru menjadi sumber ketakutan,” tegasnya.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan, aparat harus berani menelusuri pihak yang memerintah, mendanai, hingga pihak yang diuntungkan dari aksi tersebut.

Ia mengingatkan, kegagalan mengungkap dalang akan memicu pertanyaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi warga dan menjaga ruang demokrasi.

Mafirion pun meminta pelaku dijatuhi hukuman maksimal sebagai efek jera. Ia menegaskan, keadilan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menyentuh hingga ke pusat kendali. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini