Tapanuli Selatan, Sinata.id — Suasana haru menyelimuti Dusun Sirongit, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan.
Longsor besar dipicu hujan ekstrem beberapa hari terakhir menimbun rumah-rumah warga, dan memutus akses keluar masuk perkampungan.
Di tengah kepanikan dan kelelahan, satu-satunya suara yang terdengar pada Selasa pagi adalah deru mesin ekskavator milik PT RAG yang bekerja tanpa henti.
Tokoh masyarakat Batu Godang, Borsin, menyampaikan betapa gentingnya keadaan sebelum bantuan datang.
“Kalau tidak ada alat berat PT RAG ini, entah bagaimana kami membersihkan rumah yang tertimbun. Materialnya tebal, keras, dan berbahaya. Warga sudah kelelahan, dan kami butuh pertolongan cepat,” kata Borsin kepada Sinata, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, sejak longsor terjadi, warga berada dalam kondisi tidak menentu. Rumah rusak, barang-barang hilang, dan beberapa keluarga terpaksa mengungsi karena takut longsor susulan.
“Longsor itu datang tiba-tiba seperti gelombang besar. Suaranya keras, gelap, dan langsung menutup pemukiman. Banyak anak-anak menangis, para ibu panik. Kami hanya bisa saling menguatkan,” kenang Borsin dengan suara bergetar.
Di tengah situasi yang mencekam itu, PT RAG mengerahkan satu unit ekskavator untuk masuk ke lokasi dan mulai membuka serta membersihkan rumah-rumah warga. Tidak mudah, sebab jalur menuju pemukiman juga ikut tertutup material.
“Kami melihat sendiri, alat berat itu seperti harapan yang datang. PT RAG tidak menunggu perintah, langsung turun dan membantu. Itu yang kami syukuri, karena ini bukan pencitraan—ini benar-benar pertolongan saat warga dalam keadaan terjepit,” ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa warga sangat terbantu karena pembersihan manual tidak mungkin dilakukan, mengingat tebalnya longsoran dan potensi bahaya bila dilakukan tanpa perlengkapan memadai.
“Kami tidak bisa hanya pakai cangkul. Materialnya keras dan bisa bergerak lagi. Dengan alat berat, rumah warga satu per satu mulai terlihat kembali. Setidaknya warga bisa berharap pulang ke rumahnya sendiri,” ujarnya.
Borsin menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran PT RAG di saat-saat kritis. “Yang kami butuhkan saat ini adalah kehadiran dan kepedulian. PT RAG sudah melakukannya. Kami berharap pemerintah juga segera turun meninjau langsung keadaan kami,” tambahnya.
Dengan alat berat yang masih bekerja hingga petang, warga Dusun Sirongit perlahan mulai bangkit dari keterpurukan.
Material longsor dibuka sedikit demi sedikit, dan sisa-sisa rumah kini mulai tampak kembali. (A27)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini