Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Agak Laen! Kombes Calvijn Gelar Konpers di Gudang Botot Samuel

polrestabes medan berhasil mengungkap 159 kasus kejahatan jalanan, premanisme, dan narkoba, termasuk penadah “botot samuel”.
Polrestabes Medan berhasil mengungkap 159 kasus kejahatan jalanan, premanisme, dan narkoba, termasuk penadah “Botot Samuel”. (Dok. Polrestabes Medan)

Sinata.id – Dalam operasi besar selama 22 hari, Polrestabes Medan berhasil mengungkap 159 kasus kejahatan jalanan, premanisme, dan narkoba. Sebanyak 219 tersangka dibekuk, termasuk penadah barang curian yang dikenal dengan nama Botot Samuel.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan penindakan ini menjadi langkah serius untuk memutus mata rantai bisnis kejahatan yang selama ini meresahkan warga Kota Medan.

Advertisement

Sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas aksi pencurian dan penadahan barang hasil curian, Kombes Calvijn menggelar konferensi pers (konpers) langsung di lokasi penadah barang curian milik Samuel Botot di Jalan Haji Anif, Percut Sei Tuan, Senin (3/11/2025).

Dalam pengungkapan itu, Polrestabes Medan membeberkan hasil operasi besar-besaran terhadap kejahatan jalanan, premanisme, dan narkoba.

Dalam sepekan, 25 hingga 31 Oktober 2025, sebanyak 159 kasus berhasil diungkap dan 219 tersangka ditangkap.

“Dari 219 tersangka, 76 orang positif narkotika jenis sabu,” ungkap Calvijn.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Bripda Waldi Pembunuh Dosen Cantik Terancam Hukuman Mati

Baca Juga  Operasi Lilin Toba Medan Masuk Era Digital

Botot Samuel, Pusat Penadah Barang Curian

Dalam penjelasannya, Kapolrestabes menegaskan bahwa lokasi konferensi pers sengaja dipilih di tempat penadah “Botot Samuel”.

Tempat ini diduga kuat menjadi pusat penampungan barang hasil kejahatan dari berbagai wilayah di Medan.

“Ini adalah botot Samuel, yang kami tangkap penadahnya. Semua penampung dari kejahatan seperti ini tidak boleh lagi menerima barang curian,” tegas Kapolrestabes.

Ia menyebut, banyak barak narkoba berdiri di pinggiran sungai dan dijadikan lokasi transaksi ilegal.

Polisi berkomitmen untuk terus menelusuri dan menutup seluruh titik kejahatan tersebut agar tidak kembali beroperasi.

Baca Juga: Usai Gasak 28 Laptop Tetangga, Surya Darma Pukul Dada Polisi

Deretan Kasus yang Diungkap, Dari Begal Hingga Geng Motor

Polisi juga merinci berbagai jenis kejahatan yang berhasil dibongkar:

  • 15 kasus begal dengan 22 tersangka, di mana 11 di antaranya melawan petugas saat ditangkap. Barang bukti yang disita meliputi delapan unit sepeda motor, empat ponsel, senjata tajam seperti klewang dan parang, serta uang tunai.

  • 60 kasus pencurian besi dan kayu (rayap besi/kayu) dengan 96 tersangka, dengan barang bukti berupa tiang Telkom, kabel sepanjang 10 meter, goni tembaga, dan peralatan seperti linggis, martil, hingga obeng.

  • 81 kasus narkoba dengan 95 tersangka, dengan total sabu yang disita mencapai 32,35 gram.

  • Tiga kasus geng motor dan tawuran, enam tersangka, serta barang bukti senjata tajam dan sepeda motor.

  • Satu kasus premanisme, satu tersangka.

Baca Juga  Kapolrestabes Medan Geram, Penjual BBM Eceran Rp50 Ribu Per Botol Diminta Ditangkap!

Baca Juga: Pria 49 Tahun Tertangkap Basah Gondol Kotak Infaq di Medan Timur

Penadah Jadi Kunci Rantai Kejahatan

Kombes Calvijn menegaskan, salah satu cara paling efektif untuk menekan angka kejahatan adalah memutus mata rantai pasar penadah barang curian.

“Pelaku mencuri karena tahu ada tempat untuk menjual hasil curiannya. Selama masih ada penadah, kejahatan akan terus hidup. Maka, kami tindak tegas semua botot yang menampung barang hasil kejahatan,” ujarnya.

Polisi bahkan melakukan prarekonstruksi kasus penjualan besi curian, memperlihatkan bagaimana transaksi terjadi: barang diterima, ditimbang, diberi harga, dan dibayar, tanpa ada pertanyaan soal asal-usul barang.

Baca Juga: Dua Jukir Berubah Jadi ‘Rayap Kabel’ di Medan Akhirnya Digulung Polisi

Baca Juga  Belum Sempat Nikmati Hasil, Pelaku Curanmor Medan Dijemput Polisi

Wilayah Rawan Jadi Prioritas

Beberapa wilayah seperti Medan Sunggal, Medan Tembung, dan Medan Timur kini menjadi titik prioritas patroli dan operasi.

“Setiap laporan masyarakat wajib direspons cepat. Jika ada pelaku yang berani melawan petugas, menyerang, atau merusak fasilitas umum, kami tidak akan ragu bertindak tegas,” ujar Calvijn dengan nada tegas di hadapan awak media.

Konferensi pers yang berlangsung selama 35 menit itu ditutup dengan apresiasi dari Kapolrestabes kepada warga Medan yang aktif membantu kepolisian dalam memberikan laporan.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Jangan takut, jangan diam. Laporkan segera bila ada tindak pidana di sekitar Anda,” pungkasnya. [zainal/dfb]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini