Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Pematangsiantar

Demo di Siantar, Polri Diingatkan Jangan Jadi Pembunuh, Minta Lawan Separatis di Papua

demo di siantar, polri diingatkan jangan jadi pembunuh, minta lawan separatis di papua
Irfan Holid dari HMI saat berorasi di hadapan rekannya

Pematangsiantar, Sinata.id – Massa Cipayung Plus dan Koalisi Masyarakat Sipil gelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polres Pematangsiantar, Senin 1 September 2025, sekira pukul 10.10 WIB

Orator dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), salah satu organ Cipayung Plus,  Irfan Holid dengan lantang mengingatkan anggota Polri jangan jadi pembunuh rakyat.

Advertisement

Peringatan dilontarkan Irfan Holid, merujuk dari peristiwa kematian driver ojek online Affan Kurniawan yang dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri ketika aksi unjuk rasa berlangsung di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 28 Agustus 2025 yang lalu.

Katanya, rakyat bukan musuh Polri. Melainkan, rakyat seharusnya dilindungi dan diayomi oleh Polri. Untuk itu, bila ingin melawan musuh, sebaiknya anggota Polri berangkat ke Papua untuk menumpas separatis bersenjata.

Baca Juga  Sebelas Mahasiswa Dilatih Mengajar di SMPN 7 Siantar

“Polri jangan jadi pembunuh. Kalau mau musuh, pergi ke Papua, hadapi separatis. Kami rakyat bukan musuh,” sebut Irfan Holid.

Saat aksi unjuk rasa di depan markas polisi ini, massa mendesak Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Sitinjak untuk menemui mereka.

Namun akhirnya, massa membubarkan diri, karena Kapolres Pematangsiantar tak kunjung “nongol” di hadapan pengunjukrasa. Lalu massa bergerak ke Gedung DPRD Kota Pematangsiantar. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini