Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
PematangsiantarSimalungun

Tiga Rumah di Simalungun Tertimpa Tembok Penahan saat Hujan Deras

tiga rumah di simalungun tertimpa tembok penahan saat hujan deras
Rumah warga terdampak bencana tembok penahan yang ambruk. (Foto: sinata/sawal)

Simalungun, Sinata.id – Tiga rumah warga di Huta I, Nagori Negeri Bayu Muslimin, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, rusak tertimpa tembok penahan tanah pada Minggu (10/8/2025) malam.

Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak sore hingga malam hari. Derasnya aliran air mengakibatkan dinding penahan tanah yang berada di samping rumah warga amblas dan roboh menimpa bangunan.

Advertisement

Adapun yang menjadi korban terdampak longsor adalah Suprianto Lingga (59), Abdul Murad (53) dan Amir Sahdin Lingga (49).

Kapolsek Serbelawan, Iptu Gunawan Sembiring, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi, Senin (11/8/2025). Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta.

Baca Juga  PAN: Kegiatan Pemko Siantar Minim Dampak ke Masyarakat

“Sekira pukul 21.00 WIB, tembok penahan tanah yang terletak di pinggir jalan mengalami longsor dengan material berupa tanah dan batu menimpa tiga unit rumah warga yang berada tepat di bawah lereng,” ungkapnya.

Sementara itu, Achmad Simbolon, Pangulu Nagori Negeri Bayu Muslimin menjelaskan, tembok penahan tanah itu dibangun pada Tahun 2015 silam. Dia mengaku telah melaporkan kejadian ke pihak Kecamatan Tapian Dolok.

“Memang ada 12 rumah di lokasi itu, cuma yang terkena robohnya tembok penahan itu 3 rumah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, untuk kerusakan 1 rusak berat dan 2 rusak sedang,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada warga lainnya yang tinggal daerah perbukitan untuk lebih waspada terhadap bencana alam yang mungkin saja bisa kembali terulang.

Baca Juga  Jabatan “Digusur”, 2 ASN “Bentrok” dengan Sekda di DPRD Siantar

“Setelah kejadian ini, kita menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada. Ini saja tembok yang jebol kurang lebih 20 meter,” tutupnya. (SN11)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini