Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
NewsSimalungun

Kasus Kematian Pelajar SMP di Perdagangan, Polisi: Dugaan Sementara Bunuh Diri

kasus kematian pelajar smp di perdagangan, polisi: dugaan sementara bunuh diri
Rumah korban dipasang garis police. inser: korban FS. (foto: sinata/ist)

Simalungun, Sinata.id – Polres Simalungun buka suara terkait kasus kematian FS (15), pelajar SMP Methodis yang ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Jalan Veteran, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (6/8/2025).

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan kronologi awal kejadian. Menurutnya, insiden tersebut bermula ketika ibu korban bersama kakak perempuannya pergi ke Berastagi, Kabupaten Karo, pada Senin (4/8/2025). Saat itu, FS memilih tinggal di rumah karena harus berangkat sekolah.

Advertisement

“Di rumah hanya tinggal tiga orang, yakni korban, ibunya, dan kakaknya. Ketika ditinggal pergi, kondisi korban sehat dan tidak ada hal mencurigakan,” ujar AKP Verry.

Baca Juga  Dirut dan Kabag Umum PDAM Tirtalihou ‘Kongkow’ di Warung Kopi Saat Jam Kerja

Perwira 3 balok emas ini menambahkan, saat itu korban dititipkan kepada abang ibunya (paman korban, red) karena rumahnya tak terlalu jauh dari rumah mereka.

“Pada hari Selasa hingga Rabu korban tak bisa dihubungi oleh ibunya. Maka ibunya meminta kepada pamannya untuk melihat kondisi Frans. Kemudian paman korban mencoba memanggil korban, namun tak ada jawaban hingga akhirnya paman korban meminta bantuan kepada Kepala Lingkungan setempat,” tambahnya.

Karena pintu tertutup rapat, akhirnya paman korban memanggil saksi lain untuk membuka pintu besi dan setelah berhasil masuk, baru diketahui bahwa korban sudah tak bernyawa. Hanya saja, saksi tak berani masuk ke kamar karena pintu kamar keadaan terkunci.

Baca Juga  Kasus Limbah PT TSP Diselidiki Polisi, DLH Sergai: Sulit Dibuktikan Asalnya

“Korban kondisinya terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi kaki menjulur ke bawah. Kalau beritanya tangan korban terikat itu tidak benar, tetapi memang ditemukan tali di sekitar tangan korban, kalau kepala korban tertutup plastik itu benar di leher korban juga ada tali,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (7/8/2025).

Untuk penyebab kematian korban, pihaknya belum bisa memastikan karena masih menunggu hasil otopsi di RSUD Djasamen Saragih.

“Saat ditemukan pertama kali, rumah dalam keadaan terkunci rapat. Kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk keluarga korban dan temannya. Dugaan sementara korban meninggal bunuh diri, tapi kita masih melakukan pendalaman, termasuk menyita barang-barang pribadi korban untuk memastikan apa penyebab kematian korban. Tak ada juga barang berharga yang hilang dari rumah korban,” terangnya mengakhiri. (SN-11)

Baca Juga  Luka Hati Berujung Tembakan, Pria Mojokerto Nyaris Bunuh Mantan Mertua 93 Tahun

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini