Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
NasionalNewsPematangsiantar

Pemko Siantar Tidak Punya Alat dan Kemampuan Deteksi Beras Oplosan

pemko siantar tidak punya alat dan kemampuan deteksi beras oplosan
Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Herbet Aruan saat raker dengan Komisi 2 DPRD Pematangsiantar.

Pematangsiantar, Sinata.id – Beras oplosan menjadi isu nasional, sejak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan 212 merek beras diduga dioplos dan tidak memenuhi standart mutu.

Kini, warga mulai resah akan informasi beras oplosan. Termasuk warga Kota Pematangsiantar. Mirisnya, ditengah keresahan warga, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, malah kesulitan untuk mendeteksi keberadaan beras oplosan.

Advertisement

Kesulitan mendeteksi beras oplosan tersebut diakui secara terbuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar Herbet Aruan pada rapat kerja (raker) Komisi 2 DPRD Kota Pematangsiantar, Selasa 15 Juli 2025.

Kata Herbet dihadapan Ketua dan Anggota Komisi 2 DPRD Kota Pematangsiantar, kesulitan mendeteksi beras oplosan, karena dinas yang dipimpinnya tidak memiliki alat untuk mendeteksi beras oplosan.

Baca Juga  Dipecat Sepihak RS Efarina, Titus Tak Bisa Cairkan BPJS Ketenagakerjaan

“Terkait dengan beras oplosan, dinas kita (Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar) tidak bisa melihat itu, Pak. Tidak punya alat, dan tidak punya kemampuan,” ucap Herbet Aruan.

Pun begitu, sebut Herbet, Dinas UMKM Perdagangan yang dipimpinnya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, gudang beras maupun kilang beras yang ada di Kota Pematangsiantar.

Ketiadaan alat dan ketidakmampuan mendeteksi beras oplosan, akan disiasati Kadis Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pematangsiantar dengan berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Sedangkan terkait “meroketnya” harga beras di Kota Pematangsiantar, ungkap Herbet, dinas yang dipimpinnya akan melakukan intervensi pasar.

Dalam hal ini, sebutnya, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan akan membuka pasar murah di kecamatan-kecamatan. Pasar murah akan dibuka, bekerjasama dengan salah satu koperasi binaan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan.

Baca Juga  Purbaya Buka Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026

Sementara, seorang warga Kota Pematangsiantar, L Sihombing meminta pemerintah segera bersikap tegas terhadap pengoplos beras.

“Tutup usahanya, dan lakukan penegakan hukum. Harga beras juga diperhatikanlah,” ucapnya.

Sedangkan warga lainnya, Azhari Nasution yang juga Ketua Bamusi Kota Pematangsiantar mengatakan, ada indikasi beras oplosan terdapat di Kota Pematangsiantar.

“Isu beras oplosan ini buat resah. Ada dugaan terjadi di salah satu kilang di kota ini. Ganti goni,” katanya. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini