Ningbo City, Sinata.id – Guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN( 1 Medan, Fajar Lailatul Mi’rojiyah, terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam program internasional Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries yang berlangsung di China.
Program tersebut diselenggarakan melalui kerja sama internasional dan diikuti guru-guru terpilih dari berbagai daerah di Indonesia.
Perjalanan menuju lokasi pelatihan tidaklah singkat. Setelah menempuh penerbangan sekitar tujuh jam dari Jakarta ke China, Laila melanjutkan perjalanan selama sekitar dua setengah jam menuju Ningbo City, lokasi pelaksanaan pelatihan.
Setibanya di Ningbo Polytechnic University pada 21 Mei 2026, peserta langsung mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan kampus dan program pelatihan. Namun, karena tiba pada malam hari, delegasi Indonesia tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara pembukaan.
Pada hari-hari awal pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai sistem pendidikan vokasi di China, kebijakan pembangunan nasional, perkembangan ekonomi, serta penerapan konsep Luban Workshop di berbagai negara.
Materi tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan berbasis praktik dan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Laila mengaku memperoleh banyak inspirasi terkait pengembangan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada kompetensi peserta didik.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan dan bagaimana pendidikan vokasi dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja,” ujarnya belum lama ini.
Selama program berlangsung, peserta juga mengikuti berbagai studi kasus mengenai pengembangan pendidikan vokasi di sejumlah negara, termasuk praktik integrasi pendidikan dengan dunia industri.
Selain mengikuti sesi akademik, para peserta diajak mengunjungi sejumlah lokasi edukatif dan budaya. Salah satunya Museum Pendidikan China yang menampilkan perjalanan sejarah pendidikan di negara tersebut. Peserta juga mengikuti praktik kerajinan kayu tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Menurut Laila, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun karakter serta menjaga warisan budaya.
Pelatihan juga mencakup kunjungan lapangan ke Desa Shuangshi untuk melihat langsung penerapan pembangunan berbasis masyarakat. Dari kegiatan tersebut, peserta mempelajari bagaimana pendidikan dapat mendukung kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat.
Perjalanan berlanjut ke Kota Hangzhou, di mana peserta mengunjungi kawasan budaya Hefang Street untuk mempelajari pemanfaatan lingkungan dan budaya lokal sebagai sumber pembelajaran.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai manajemen mutu pendidikan, pengembangan perguruan tinggi vokasi, serta pendidikan kewirausahaan. Kegiatan tersebut dilengkapi dengan kunjungan ke Zhejiang Financial College guna melihat penerapan kerja sama antara lembaga pendidikan dan dunia industri.
Laila menilai pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperkuat untuk membentuk generasi yang kreatif, mandiri, dan mampu menciptakan peluang kerja.
Di akhir program, peserta mengunjungi San Guan Liu Heritage Study Centre dan Belt and Road International School untuk mempelajari pelestarian budaya serta strategi internasionalisasi pendidikan.
Menurut Laila, pengalaman mengikuti pelatihan di China memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pengembangan pendidikan modern yang berpadu dengan pelestarian budaya dan penguatan kompetensi global.
“Pendidikan masa depan membutuhkan kemampuan berkolaborasi secara internasional, penguasaan teknologi, komunikasi global, dan adaptasi terhadap berbagai budaya. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujarnya.
Ia juga menilai kemajuan China di bidang infrastruktur dan pendidikan menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di tingkat global. (A18)
Sumber: Kemenag










Jadilah yang pertama berkomentar di sini