Tangerang, Sinata.id – Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia, seiring meningkatnya posisi ekonomi syariah nasional di tingkat global.
Target tersebut disampaikan Menteri Agama saat memberikan keynote speech pada Indonesia Halal Brands & Food (IHBF) Expo 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Menag, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat industri halal dunia karena didukung jumlah penduduk muslim yang besar serta perkembangan ekonomi syariah yang terus menunjukkan tren positif.
Saat ini, posisi ekonomi syariah Indonesia telah menempati peringkat kedua dunia setelah sebelumnya berada di posisi kelima. Capaian tersebut dinilai menjadi landasan kuat untuk mewujudkan target sebagai produsen produk halal nomor satu di dunia.
Meski demikian, Menag menilai tingkat literasi dan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut tingkat kesadaran ekonomi syariah di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.
Karena itu, pemerintah berharap penyelenggaraan IHBF Expo dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk halal dan ekonomi syariah.
Menag juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan industri halal nasional. Menurutnya, penguatan ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi upaya membangun kemandirian ekonomi umat.
Ia menambahkan, kebutuhan terhadap produk halal diperkirakan akan terus meningkat, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk halal nasional.
IHBF Expo 2026 yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026 merupakan ajang kolaborasi antara Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, serta DARE Indonesia.
Pameran tersebut menghadirkan berbagai produk dan inovasi halal dari pelaku usaha nasional sekaligus menjadi wadah promosi gaya hidup halal yang semakin berkembang di tingkat global.
Dalam kesempatan itu, Menag juga mengingatkan agar pengembangan industri halal tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi turut menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami pentingnya produk halal.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pengusaha nasional Sandiaga Uno, Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama M. Fuad Nasar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, serta Anggota Dewan Kehormatan DPP IWAPI Pusat Dewi Motik Pramono. (A18)
Sumber: Kemenag










Jadilah yang pertama berkomentar di sini