Pematangsiantar, Sinata.id – Sejumlah nasabah korban dugaan penipuan deposito koperasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor BNI Cabang Pematangsiantar, Selasa (26/5/2026).
Aksi tersebut berlangsung emosional setelah proses mediasi di Pengadilan Negeri Pematangsiantar kembali gagal mencapai kesepakatan.
Salah seorang korban, Sumiati Pasaribu, tampak menangis histeris sambil meminta uang miliknya segera dikembalikan oleh pihak bank.
“BNI itu Bank Nipu Indonesia! Jangan mau menabung di sini!” teriaknya di hadapan massa aksi dan pengguna jalan yang melintas.
Kedatangan para nasabah ke kantor bank dilakukan setelah beberapa kali mediasi tidak menghasilkan titik temu. Para korban pun memilih kembali turun ke jalan untuk menuntut hak mereka.
Dalam aksi tersebut, Gerakan Pemuda Barisan Negeri (GPBN) turut menyuarakan kritik terhadap BNI Cabang Pematangsiantar. GPBN menilai kasus dugaan penipuan deposito koperasi yang menyeret nama bank milik negara itu terlalu lama berlarut tanpa penyelesaian yang jelas.
Melalui pernyataan sikap bertajuk “Stop Menabung di BNI”, GPBN menyatakan dukungan kepada para korban dan mendesak pihak bank menjalankan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
GPBN menyebut pihaknya mendampingi Hotma Rumasi Lumban Toruan sebagai korban dalam perkara tersebut. Mereka menegaskan bahwa kerugian korban tidak boleh diabaikan, terlebih perkara itu telah melalui proses hukum hingga tingkat Mahkamah Agung.
Menurut GPBN, dalam amar putusan yang telah inkrah, para tergugat dinyatakan bertanggung jawab atas kerugian korban senilai Rp4,2 miliar. Dalam putusan tersebut, BNI disebut sebagai turut tergugat yang diminta ikut bertanggung jawab dalam pembayaran ganti rugi kepada korban.
“Putusan pengadilan seharusnya menjadi dasar untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan menurun,” demikian pernyataan GPBN.
Aksi demonstrasi itu sempat menyita perhatian warga sekitar. Massa membawa poster tuntutan dan meminta pihak bank tidak mengabaikan nasabah yang mengaku menjadi korban.
Hingga aksi berakhir, belum terlihat adanya perwakilan resmi BNI yang memberikan keterangan langsung kepada massa aksi. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini