Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Ilmuwan Muslim Indonesia Ciptakan “Hidung Elektronik” Pendeteksi Babi

babi
Tim Peneliti. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Sinata.id – Tim peneliti lintas kampus dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil mencatatkan terobosan baru dalam teknologi sertifikasi halal nasional. 

Didanai oleh program bergengsi MoRA The Air Funds — hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP — mereka menghadirkan dua prototipe alat deteksi kandungan non-halal yang dapat dioperasikan langsung di lapangan.

Advertisement

Di bawah kepemimpinan Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, riset ini merespons kebutuhan mendesak akan metode verifikasi halal yang praktis, ekonomis, dan akurat — tanpa harus bergantung pada laboratorium konvensional yang memakan waktu dan biaya.

Dua Teknologi Unggulan

Sensor Molekuler DNA

Baca Juga  Korsel Berlakukan UU AI Pertama di Dunia, Begini Isinya

Kit portabel yang mendeteksi DNA babi secara kualitatif, cepat dan akurat bahkan pada sampel yang telah diencerkan hingga 100.000 kali. Ideal untuk auditor halal di lapangan.

Electronic Nose (E-Nose)

Sensor penciuman elektronik yang mengenali aroma khas bahan tidak halal. Cukup “cium” makanannya — alat ini akan menyatakan ada tidaknya campuran bahan haram.

“Dengan pengenceran 100.000 kali, kit portabel kami masih dapat mendeteksi DNA babi dengan cepat, mudah dan akurat. Ini akan memudahkan auditor halal di lapangan maupun masyarakat yang ingin mendapat jaminan halal.”

— Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D · Ketua Tim Peneliti, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini