Jakarta, Sinata.id – Tim peneliti lintas kampus dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil mencatatkan terobosan baru dalam teknologi sertifikasi halal nasional.
Didanai oleh program bergengsi MoRA The Air Funds — hasil kolaborasi Kementerian Agama dan LPDP — mereka menghadirkan dua prototipe alat deteksi kandungan non-halal yang dapat dioperasikan langsung di lapangan.
Di bawah kepemimpinan Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, riset ini merespons kebutuhan mendesak akan metode verifikasi halal yang praktis, ekonomis, dan akurat — tanpa harus bergantung pada laboratorium konvensional yang memakan waktu dan biaya.
Dua Teknologi Unggulan
Sensor Molekuler DNA
Kit portabel yang mendeteksi DNA babi secara kualitatif, cepat dan akurat bahkan pada sampel yang telah diencerkan hingga 100.000 kali. Ideal untuk auditor halal di lapangan.
Electronic Nose (E-Nose)
Sensor penciuman elektronik yang mengenali aroma khas bahan tidak halal. Cukup “cium” makanannya — alat ini akan menyatakan ada tidaknya campuran bahan haram.
“Dengan pengenceran 100.000 kali, kit portabel kami masih dapat mendeteksi DNA babi dengan cepat, mudah dan akurat. Ini akan memudahkan auditor halal di lapangan maupun masyarakat yang ingin mendapat jaminan halal.”
— Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D · Ketua Tim Peneliti, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta










Jadilah yang pertama berkomentar di sini