JAKARTA, Sinata.id – Dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam program Sekolah Rakyat menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah harga pengadaan barang yang dinilai jauh di atas harga pasaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan telah melakukan kajian khusus terkait program tersebut untuk memetakan potensi kerawanan korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Kajian ini guna memotret proses bisnis dan penerapannya di lapangan, apa saja dan di mana saja yang masih rentan dan berpotensi terjadinya tindak pidana korupsi,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Sorotan muncul setelah sejumlah lembaga antikorupsi menemukan ketidakwajaran harga berbagai barang di sistem e-katalog LKPP atau Inaproc yang berkaitan dengan pengadaan Sekolah Rakyat.
Salah satu yang ramai dibahas adalah harga sepatu siswa yang dalam perencanaan disebut mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per pasang.
Padahal, pemilik merek sepatu Stradenine, Reynaldi Kurniawan Daud, mengaku tidak terlibat dalam program tersebut dan harga resmi produknya hanya sekitar Rp179.900.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf membantah adanya kejanggalan.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini