Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius, Spanyol Siap Terima Evakuasi di Canary

wabah hantavirus di kapal mv hondius, spanyol siap terima evakuasi di canary
Ilustrasi virus. (shutterstock)

Madrid, Sinata.id – Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan akan menerima kapal pesiar MV Hondius di Kepulauan Canary setelah dilaporkan terjadi wabah hantavirus di atas kapal tersebut.

Dalam pernyataan resminya pada Rabu (6/5/2026), kementerian menyebut bahwa World Health Organization (WHO), bekerja sama dengan Uni Eropa, telah meminta pemerintah Spanyol untuk menerima kapal tersebut.

Advertisement

WHO mengonfirmasi adanya tujuh kasus infeksi di kapal, termasuk tiga kematian. Sementara itu, satu pasien dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di Afrika Selatan.

Kapal Masih Berlabuh di Lepas Pantai

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, seperti demam berdarah dengan sindrom ginjal serta sindrom paru hantavirus.

Saat ini, kapal MV Hondius masih berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde. European Centre for Disease Prevention and Control tengah melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan siapa saja yang perlu segera dievakuasi.

Baca Juga  Iran Tangkap 20 Orang Diduga Mata-mata Israel

Penumpang dan awak kapal lainnya direncanakan tetap melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary dengan estimasi tiba dalam tiga hingga empat hari. Pelabuhan tujuan masih belum ditentukan.

Prosedur Medis Ketat

Setibanya di Canary, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan kesehatan, mendapatkan perawatan medis, serta dipulangkan ke negara masing-masing.

Proses evakuasi dan perawatan akan dilakukan menggunakan fasilitas dan kendaraan khusus guna mencegah kontak dengan masyarakat lokal serta melindungi tenaga medis.

Pemerintah Spanyol juga menerima permintaan dari Belanda untuk mengevakuasi seorang dokter dari kapal tersebut yang berada dalam kondisi serius.

Dokter tersebut dijadwalkan diterbangkan ke Kepulauan Canary karena fasilitas medis di Tanjung Verde dinilai tidak memadai untuk penanganan lanjutan.

Baca Juga  Singapura Longgarkan Langkah Pencegahan Virus Nipah Mulai 23 Februari 2026

Penolakan Pemerintah Daerah

Namun, Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan pemerintah pusat.

Ia menilai langkah tersebut diambil tanpa koordinasi dan informasi yang memadai.

“Saya tidak setuju dengan perubahan pendekatan ini. Tidak ada informasi medis atau epidemiologis yang menunjukkan kapal harus berlayar tiga hari ke Canary, alih-alih penanganan dilakukan di lokasi,” ujarnya kepada Onda Cero.

Clavijo juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah belum menerima data lengkap terkait jumlah kasus, kondisi pasien, maupun sumber wabah.

Kasus Baru di Swiss

Di sisi lain, WHO melaporkan satu kasus baru hantavirus di Swiss yang diduga berasal dari penumpang kapal MV Hondius.

Hingga Rabu (6/5/2026), tercatat delapan kasus suspek hantavirus, dengan tiga di antaranya telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium.

Baca Juga  Fakta Su-57, Jet Siluman Rusia yang Bikin Barat Waspada

Pasien di Swiss saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Zurich.

Varian Andes Bisa Menular Antar Manusia

WHO menyebut bahwa varian virus yang teridentifikasi adalah Andes hantavirus, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh National Institute for Communicable Diseases Afrika Selatan dan Geneva University Hospitals.

Varian ini diketahui memiliki kemampuan penularan antarmanusia, sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran lebih luas.

WHO juga menegaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai International Health Regulations (IHR) dengan melakukan pelacakan kontak lintas negara guna membatasi penyebaran lebih lanjut. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini