Jakarta, Sinata.id – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) salurkan bantuan lebih dari Rp20 miliar pada 2026 untuk mendukung penguatan sarana ibadah dan pendidikan umat Katolik di berbagai daerah.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp14,4 miliar dialokasikan untuk sektor keagamaan, terutama pembangunan dan renovasi rumah ibadah. Sebagian di antaranya digunakan untuk perbaikan Paroki St. Vincentius A Paulo dan Paroki Katedral Reinha Rosari.
Porsi terbesar anggaran diarahkan pada pengembangan fasilitas peribadatan di kawasan Ibu Kota Nusantara, termasuk pembangunan sarana kompleks Basilika dengan nilai hampir Rp14 miliar.
Sementara itu, sektor pendidikan Katolik menerima alokasi sekitar Rp5,64 miliar. Dana tersebut disalurkan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) serta Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi Taman Seminarium.
Program BOS SMAK menjangkau 20 lembaga di delapan provinsi, dengan penerima terbanyak berada di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, bantuan BOP Taman Seminarium disalurkan ke 64 lokasi di 19 provinsi, dengan konsentrasi terbesar juga di wilayah Indonesia timur.
Direktur Jenderal Bimas Katolik, Suparman, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis keagamaan.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan diharapkan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mendukung aktivitas ibadah maupun pengembangan pendidikan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah untuk menghadirkan layanan yang inklusif dan merata, termasuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. (A18)
Sumber: Situs Kemenag









Jadilah yang pertama berkomentar di sini