Washington, Sinata.id – Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun di California, Amerika Serikat, harus menjalani perawatan darurat setelah mengalami muntah hebat selama sehari penuh.
Pemeriksaan medis kemudian mengungkap kondisi langka: tubuhnya mengalami gangguan autoimun yang menyerang dua sistem hormon sekaligus.
Berdasarkan laporan yang dipublikasikan dalam jurnal medis dan dikutip dari Live Science, pasien awalnya menunjukkan gejala yang umum ditemukan pada diabetes, seperti rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, penurunan berat badan drastis, serta kelelahan.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula darah mencapai 453 mg/dL, jauh di atas nilai normal. Dokter pun menetapkan diagnosis diabetes tipe 1.
Namun, respons tubuh pasien terhadap terapi insulin tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ia justru kerap mengalami hipoglikemia pada pagi hari, serta tetap mengalami frekuensi buang air kecil tinggi meski asupan cairan terbatas.
Selain itu, terdapat perubahan warna kulit yang mudah menggelap, yang menjadi petunjuk adanya gangguan hormonal lain.
Melihat kondisi tersebut, tim medis melakukan pemeriksaan lanjutan pada kelenjar adrenal. Hasilnya menunjukkan adanya kerusakan akibat serangan sistem imun, yang menyebabkan produksi hormon penting seperti kortisol dan aldosteron terganggu. Pasien kemudian didiagnosis menderita penyakit Addison.
Mengenal Syndrome Type 2
Kombinasi antara diabetes tipe 1 dan penyakit Addison mengarah pada diagnosis Autoimmune Polyendocrine Syndrome Type 2 (APS-2), sebuah sindrom langka yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang beberapa kelenjar endokrin sekaligus. Kondisi ini diperkirakan hanya terjadi pada sekitar 1,5 hingga 2 kasus per 100.000 orang.
Kasus ini tergolong tidak biasa karena kedua penyakit tersebut umumnya muncul dalam rentang waktu yang berbeda. Pada pasien ini, keduanya terdeteksi secara bersamaan saat pertama kali dirawat di rumah sakit.
Setelah mendapatkan terapi kombinasi berupa insulin untuk mengontrol kadar gula darah dan obat steroid untuk menggantikan fungsi hormon adrenal, kondisi pasien menunjukkan perbaikan signifikan dalam dua bulan. Berat badan mulai kembali, kadar gula darah menjadi lebih stabil, dan keseimbangan hormon berangsur pulih.
Meski demikian, pasien harus menjalani pengobatan jangka panjang untuk mengelola dua penyakit autoimun tersebut. Tim medis juga memberikan pendampingan psikologis guna membantu pasien menghadapi kondisi kronis yang dialaminya. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini