Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

Neanderthal Diduga Tidak Punah, Ilmuwan Sebut Berbaur dengan Homo Sapiens

neanderthal diduga tidak punah, ilmuwan sebut berbaur dengan homo sapiens
Ilustrasi manusia Neanderthal. (istock)

Jakarta, Sinata.id – Kepunahan Neanderthal selama ini menjadi salah satu misteri besar dalam sejarah evolusi manusia.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan bahwa Neanderthal tidak benar-benar punah, melainkan berbaur secara genetik dengan Homo sapiens.

Advertisement

Mengacu pada laporan ScienceAlert, para ilmuwan mengembangkan model matematis yang mengindikasikan bahwa populasi Neanderthal perlahan “menghilang” karena terserap melalui kawin campur dengan manusia modern. Proses ini diperkirakan berlangsung selama 10.000 hingga 30.000 tahun.

Peran Kawin Campur dan Genetic Drift

Penelitian yang dipimpin oleh Andrea Amadei dari Universitas Roma Tor Vergata, Italia, mengungkap bahwa interaksi antara Neanderthal dan Homo sapiens terjadi secara intens.

Bukti dari proses ini masih terlihat hingga saat ini, di mana manusia modern membawa sekitar 1 hingga 4 persen DNA Neanderthal.

Baca Juga  70 Juta Anak Indonesia Dibatasi Akses Medsos Mulai 28 Maret 2026

Selain kawin campur, faktor genetic drift atau perubahan frekuensi gen secara acak dalam populasi juga berperan dalam memudarnya jejak Neanderthal.

Menariknya, simulasi menunjukkan hasil serupa meskipun gen Neanderthal tidak dianggap memberikan keunggulan tertentu. Jika ada gen yang menguntungkan, proses penyerapan genetik tersebut kemungkinan berlangsung lebih cepat.

Migrasi dan Penyerapan Populasi

Temuan ini sejalan dengan bukti arkeologis yang menunjukkan bahwa penurunan populasi Neanderthal terjadi secara bertahap, bukan akibat kepunahan mendadak.

Para ilmuwan meyakini bahwa Homo sapiens telah keluar dari Afrika lebih awal dari perkiraan sebelumnya, bahkan mungkin lebih dari 200.000 tahun lalu. Migrasi ke Eropa terjadi dalam beberapa gelombang.

Setiap gelombang migrasi tersebut membawa dampak besar terhadap populasi lokal. Jumlah Neanderthal yang relatif lebih kecil membuat mereka perlahan terserap oleh populasi Homo sapiens yang lebih besar.

Baca Juga  GTA VI Tanpa Iklan, CEO Take-Two Tegaskan Game Tetap Premium

Kemiripan dengan Manusia Modern

Sejumlah ilmuwan berpendapat bahwa perbedaan antara Neanderthal dan Homo sapiens tidak sebesar yang selama ini diperkirakan.

Keduanya memiliki banyak kesamaan, baik dari segi kemampuan maupun perilaku. Neanderthal diketahui mampu membuat alat-alat kompleks, menghasilkan seni gua, serta menggunakan api.

Dalam hal komunikasi, mereka juga diduga memiliki kemampuan yang cukup maju.

Bukan Satu-satunya Faktor

Meski teori “peleburan genetik” semakin menguat, para peneliti menegaskan bahwa hilangnya Neanderthal kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Perubahan lingkungan, terbatasnya keragaman genetik, serta persaingan dengan Homo sapiens tetap menjadi faktor yang turut berperan.

Selain itu, model matematis yang digunakan dalam penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena didasarkan pada sejumlah asumsi.

Baca Juga  Infinix Note 60 Pro Bisa Gaming 26 Jam Non-Stop, Ini Spesifikasinya

Penelitian ini memberikan perspektif baru bahwa Neanderthal mungkin tidak benar-benar punah, melainkan menjadi bagian dari garis keturunan manusia modern melalui proses percampuran genetik.

Temuan ini sekaligus memperkaya pemahaman tentang perjalanan panjang evolusi manusia di masa lalu. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini