Medan, Sinata.id โ Satuan Tugas Wilayah Sumatera Utara Densus 88 Antiteror (AT) Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Medan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET) bagi kepala sekolah tingkat SMP se-Kota Medan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (20โ21 April 2026), di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tersebut diikuti sekitar 500 kepala SMP negeri dan swasta.
Dalam kegiatan itu, Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, menyampaikan bahwa pelajar dan remaja saat ini menjadi kelompok yang rentan terpapar paham radikal.
Hal itu menurutnya, dipengaruhi oleh tingginya aktivitas di media sosial dan platform digital, termasuk permainan daring.
Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam melakukan langkah antisipatif guna mencegah masuknya paham yang dapat mengganggu lingkungan pendidikan.
Kepala sekolah diharapkan mampu mengenali potensi ancaman serta mengambil kebijakan yang tepat di satuan pendidikan masing-masing.
Salah satu peserta, Kepala SMP IT Al Maarif Medan, Sutrisno, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman tambahan bagi pihak sekolah dalam menghadapi tantangan yang berkembang di kalangan pelajar, khususnya terkait isu intoleransi dan radikalisme.
Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Zuriana, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Ia juga berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. (SN7)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini