Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 11 Mei 2026 |15:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15325 15217 (PAA) 15203 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14975 14774 (MNA) 14550 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO KEMBAYAN
14875 14624 (MNA) 14450 (PBI) - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
14885 14699 (MNA) 14550 (PBI) 14975 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI dan segmen LOCO
  • Persaingan harga masih cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Cegah Radikalisme, Densus 88 dan Disdik Medan Edukasi 500 Kepala SMP

satuan tugas wilayah sumatera utara densus 88 antiteror (at) polri bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdik) kota medan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (iret) bagi kepala sekolah tingkat smp se-kota medan.
Densus 88 dan Disdik Medan edukasi Kepala SMP soal pencegahan intoleransi, radikalisme dan teroris

Medan, Sinata.id – Satuan Tugas Wilayah Sumatera Utara Densus 88 Antiteror (AT) Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Medan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET) bagi kepala sekolah tingkat SMP se-Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Minggu hingga Senin (20–21 April 2026), di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan tersebut diikuti sekitar 500 kepala SMP negeri dan swasta.

Advertisement

Dalam kegiatan itu, Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, menyampaikan bahwa pelajar dan remaja saat ini menjadi kelompok yang rentan terpapar paham radikal.

Baca Juga  Kasus PT SHK Kian Melebar, Ikhsan Gunawan Soroti Peran PT STTC dalam Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan

Hal itu menurutnya, dipengaruhi oleh tingginya aktivitas di media sosial dan platform digital, termasuk permainan daring.

Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam melakukan langkah antisipatif guna mencegah masuknya paham yang dapat mengganggu lingkungan pendidikan.

Kepala sekolah diharapkan mampu mengenali potensi ancaman serta mengambil kebijakan yang tepat di satuan pendidikan masing-masing.

Salah satu peserta, Kepala SMP IT Al Maarif Medan, Sutrisno, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman tambahan bagi pihak sekolah dalam menghadapi tantangan yang berkembang di kalangan pelajar, khususnya terkait isu intoleransi dan radikalisme.

Sementara itu, Kasi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Zuriana, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Baca Juga  Perayaan Thaipusam Bagian dari Penguatan Kerukunan

Ia juga berharap program serupa dapat diperluas ke wilayah kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. (SN7)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini