Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Bupati Taput Dorong Inovasi Pembiayaan dan Stimulus Pariwisata dalam Forum PPID APKASI

bupati taput dorong inovasi pembiayaan dan stimulus pariwisata dalam forum ppid apkasi
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menghadiri Rapat Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang diselenggarakan di Hotel AsiaLink, Batam, Kepulauan Riau, sebagai upaya memperkuat kerja sama dan mendorong peningkatan investasi daerah. (Foto: Istimewa)

Taput, Sinata.id – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menghadiri Rapat Implementasi dan Tindak Lanjut Penyelenggaraan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel AsiaLink, Batam, Jumat (17/04/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk memperluas akses ke jaringan investor internasional melalui kolaborasi dengan International Business Association (IBA).

Advertisement

Program PPID sendiri, yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada Januari 2026, bertujuan memfasilitasi kabupaten di seluruh Indonesia dalam mempercepat ekspor komoditas unggulan serta menarik investasi yang berkualitas.

Dalam sesi diskusi, Bupati yang akrab disapa JTP Hutabarat menyampaikan pandangan kritis terkait pengembangan sektor pariwisata daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus berperan sebagai penggerak utama melalui stimulus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebelum keterlibatan sektor swasta.

Baca Juga  Setahun Jalan Asahan–Simalungun Rusak dan Longsor, Warga Unggah Video Parodi

‎”Sektor pariwisata tidak bisa serta-merta mengandalkan swasta di tahap awal. Pemerintah harus hadir memberikan kontribusi, setidaknya 50% melalui APBD untuk pembangunan fasilitas dan penyelenggaraan agenda kegiatan demi menggairahkan pasar,” ungkap Bupati.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antar-kementerian agar pembangunan infrastruktur pariwisata dapat berjalan selaras dengan upaya promosi daerah.

Tidak hanya sektor pariwisata, Bupati JTP Hutabarat turut menyoroti aspek pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis, seperti rumah sakit. Ia menyampaikan pandangan mengenai efisiensi skema pendanaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dibandingkan perbankan konvensional.

‎”Mekanisme melalui PT SMI dinilai lebih efektif karena menggunakan sistem transfer yang terintegrasi dengan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Hal ini memberikan kemudahan dan kepastian dalam manajemen penarikan dana dibandingkan skema pinjaman biasa yang cenderung lebih membebani fiskal daerah,” jelas beliau.

Baca Juga  Mudik Tanpa Risiko, Ini Pesan Tegas Kapolda Sumut untuk Pemudik

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam forum ini juga diperkuat dengan pemilihan ruang gerai di gedung PPID yang akan difungsikan sebagai etalase permanen potensi daerah. Keberadaan gerai tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal dengan menghubungkan produk unggulan Tapanuli Utara langsung kepada pembeli (buyer) luar negeri yang kredibel.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., serta jajaran Dinas Penanaman Modal dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Utara guna memastikan implementasi kerja sama investasi dapat berjalan optimal. (SN15)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini