Tapanuli Tengah, Sinata.id – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) mencuat di Lingkungan III, Kelurahan Padang Masiang, Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng).
Oknum kepala lingkungan (kepling) berinisial TM menjadi sorotan setelah dilaporkan meminta sejumlah uang kepada warga.
Seorang warga, Resti Anih Purba mengaku dimintai uang oleh kepling tersebut dengan dalih sebagai bentuk “ucapan terima kasih” atas bantuannya dalam pengurusan berkas agar dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan.
Pengakuan itu disampaikan Resti dalam surat pernyataan yang dihimpun pada Jumat (10/4/2026). Dalam keterangannya, ia menyebut permintaan uang tersebut berkaitan dengan pencairan dana bantuan sosial yang diterimanya.
Resti juga mengungkapkan, bahwa dirinya menyerahkan uang tersebut karena merasa tertekan. Ia khawatir akan dipersulit dalam pengurusan bantuan lain, seperti program bantuan rumah rusak, jika tidak memenuhi permintaan tersebut.
“Saya membuat pernyataan ini dengan jujur tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun,” tulisnya dalam surat tersebut.
Kasus ini pun memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Warga menilai bantuan sosial seharusnya diterima secara utuh tanpa adanya potongan, terlebih jika disertai tekanan dari pihak tertentu.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, TM belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Lurah Padang Masiang, Henra Hutauruk, mengaku telah menerima informasi serupa dari masyarakat. Ia menyebut nilai pungutan yang dilaporkan bervariasi.
“Ada informasi yang menyebutkan jumlahnya Rp300 ribu hingga Rp1 juta,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Meski demikian, pihak kelurahan masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Henra juga menyebut terdapat warga yang datang membawa bukti terkait dugaan pungutan tersebut.
Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan klarifikasi guna memastikan fakta di lapangan, sekaligus menindaklanjuti laporan yang berkembang di masyarakat. (SN16)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini