Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Komisi VI DPR Evaluasi Dampak Tol Trans Sumatera Terhadap UMKM

komisi vi dpr ri menyoroti dampak pembangunan jalan tol trans sumatera (jtts) terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm), khususnya yang berada di jalur non-tol.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya (ft: parlementaria)

Jambi, Sinata.id – Komisi VI DPR RI menyoroti dampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang berada di jalur non-tol.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, dalam kunjungan kerja spesifik di Kota Jambi, Jumat (10/4/2026).

Advertisement

Ia menyebut, salah satu pembahasan dalam evaluasi proyek tol adalah penurunan aktivitas ekonomi UMKM di jalur lama akibat berkurangnya arus kendaraan sejak beroperasinya jalan tol.

Menurutnya, sebelumnya jalur non-tol dilintasi banyak kendaraan seperti mobil pribadi dan bus yang menjadi sumber konsumen bagi pelaku usaha. Namun, dengan adanya tol, volume kendaraan di jalur tersebut mengalami penurunan.

Baca Juga  Marak Aksi Main Hakim Sendiri, Anggota DPR RI Desak Polisi Lebih Responsif

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembangunan tol tetap memberikan manfaat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mempercepat distribusi logistik di Pulau Sumatera.

Adisatrya juga menyampaikan bahwa keberadaan UMKM di rest area tol menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Namun, kapasitas rest area dinilai terbatas sehingga belum dapat menampung seluruh pelaku usaha.

Komisi VI DPR RI menyatakan akan terus melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah dan pihak terkait guna meminimalkan dampak terhadap UMKM sekaligus mengoptimalkan manfaat pembangunan infrastruktur tersebut. (A18)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini