Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Iran Ancam Balasan Keras Usai Israel Diduga Langgar Gencatan Senjata di Lebanon

iran ancam balasan keras usai israel diduga langgar gencatan senjata di lebanon
Serangan terbaru Israel ke wilayah Lebanon. (Foto: The New York Times)

Teheran, Sinata.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel atas dugaan pelanggaran gencatan senjata yang baru saja disepakati.

Seorang pejabat keamanan senior Iran menyatakan bahwa negaranya siap melakukan respons pertahanan skala penuh kapan saja jika pelanggaran terus berlanjut. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon.

Advertisement

Menurut sumber tersebut, dunia saat ini menyaksikan bagaimana gencatan senjata yang masih rapuh mulai terguncang hanya beberapa jam setelah diumumkan. Iran menilai tindakan Israel sebagai bentuk agresi yang tidak hanya mengancam stabilitas kawasan, tetapi juga merusak upaya diplomasi internasional.

Serangan Udara Picu Korban Besar

Laporan menyebutkan bahwa Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara dalam waktu kurang dari 10 menit ke berbagai wilayah Lebanon, termasuk ibu kota Beirut. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 245 korban jiwa dari kalangan sipil.

Baca Juga  Iran Akan Menyerang Semua Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

Peristiwa ini disebut sebagai salah satu serangan paling intens sejak eskalasi konflik terbaru pada awal Maret 2026. Situasi ini memperburuk kondisi keamanan regional yang sebelumnya sempat mereda.

Iran: Siap Hukum Agresor

Pejabat Iran menegaskan bahwa jika gencatan senjata benar-benar runtuh, maka Israel akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensinya. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak akan ragu untuk memberikan “hukuman” terhadap pihak yang dianggap sebagai agresor.

Selain itu, Iran meminta negara-negara mediator internasional untuk segera turun tangan guna mencegah konflik meluas. Menurutnya, langkah tegas diperlukan untuk mengendalikan situasi sebelum semakin tidak terkendali.

Ketegangan dengan Amerika Serikat

Sebelumnya, Iran mengklaim telah mencapai “kemenangan strategis” setelah Amerika Serikat menyetujui proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar gencatan senjata. Salah satu poin utama mencakup penghentian seluruh serangan, termasuk di Lebanon.

Baca Juga  AS Siapkan 3.000 Pasukan, Iran Balas dengan Ancaman Terbuka

Namun, pelanggaran yang terjadi tak lama setelah kesepakatan membuat Iran kembali meragukan komitmen Amerika Serikat. Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, bahkan menyebut negosiasi lanjutan sebagai sesuatu yang “tidak masuk akal” dalam kondisi saat ini.

Dampak terhadap Stabilitas Kawasan

Analis menilai bahwa eskalasi terbaru ini berpotensi memperburuk ketidakstabilan di Timur Tengah, terutama jika tidak ada intervensi diplomatik dalam waktu dekat. Jalur strategis seperti Selat Hormuz juga dikhawatirkan kembali terdampak jika konflik meluas.

Situasi ini masih terus berkembang, dengan perhatian dunia tertuju pada langkah selanjutnya dari Iran, Israel, dan para aktor internasional yang terlibat. (A07)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini