Pematangsiantar, Sinata.id – Pertumbuhan lubang hitam supermasif (supermassive black holes / SMBH) di alam semesta kini mengalami perlambatan signifikan dibanding masa lalu.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal dan dilansir dari laman Universe Today, Rabu (8/4/2026).
Para ilmuwan menemukan bahwa SMBH tidak lagi tumbuh secepat saat awal pembentukannya, padahal miliaran tahun lalu, lubang hitam ini berkembang dengan sangat pesat.
Masa Puncak Pertumbuhan Sudah Lewat
Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan SMBH mencapai puncaknya pada periode yang disebut cosmic noon, sekitar 9,5–10,5 miliar tahun lalu, ketika usia alam semesta baru sekitar 3–4 miliar tahun. Pada masa ini, jumlah inti galaksi aktif (Active Galactic Nuclei / AGN) yang sangat terang jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.
AGN merupakan fase ketika lubang hitam aktif menyerap materi di sekitarnya, menghasilkan energi tinggi, terutama dalam bentuk sinar-X, yang dapat diamati oleh teleskop luar angkasa. Namun setelah periode tersebut, laju pertumbuhan SMBH mulai menurun drastis hingga kini.
Penulis utama penelitian, Zhibo Yu, menyebut bahwa perlambatan ini telah menjadi pertanyaan besar dalam astronomi:
“Penyebab perlambatan besar ini telah menjadi sebuah misteri yang sudah lama ada. Dengan data sinar-X ini dan pengamatan pendukung pada panjang gelombang lain, kita dapat menguji berbagai gagasan dan mempersempit jawabannya,” ujar Zhibo Yu.
Peran Pengamatan Sinar-X
Untuk mengungkap penyebab perlambatan, para peneliti menggunakan data dari teleskop sinar-X seperti Chandra, XMM-Newton, dan eROSITA. Ketika lubang hitam mengakresi materi, gas dan debu membentuk cakram berputar yang memanas dan memancarkan sinar-X.
Semakin kuat pancaran sinar-X dari suatu AGN, semakin cepat pertumbuhan lubang hitam tersebut. Dengan membandingkan emisi ini pada berbagai periode waktu (redshift), ilmuwan dapat melacak perubahan laju pertumbuhan SMBH.
Dalam studi ini, tim menganalisis sekitar 1,3 juta galaksi dan 8.000 lubang hitam supermasif.
Tiga Dugaan Penyebab Perlambatan
Penelitian ini mengajukan tiga kemungkinan penyebab perlambatan pertumbuhan SMBH:
Laju akresi materi yang menurun
Massa lubang hitam yang rata-rata lebih kecil
Jumlah lubang hitam aktif yang semakin sedikit
Hasil analisis menunjukkan faktor utama perlambatan adalah menurunnya laju konsumsi materi oleh lubang hitam.
Kehabisan “Makanan” di Alam Semesta
Lubang hitam supermasif bergantung pada gas dingin sebagai sumber “makanan”, yang juga menjadi bahan utama pembentukan bintang. Seiring waktu, ketersediaannya menipis sejak periode cosmic noon.
“Tampaknya konsumsi materi oleh lubang hitam telah sangat melambat seiring bertambahnya usia alam semesta,” ujar peneliti Niel Brandt.
“Ini kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya pasokan gas dingin yang tersedia untuk diserap sejak masa cosmic noon,” tutupnya. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini