Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Sains & Teknologi

Lubang Hitam Supermasif di Alam Semesta Kini Melambat, Ini Penyebabnya

lubang hitam supermasif di alam semesta kini melambat, ini penyebabnya
Ilustrasi Lubang Hitam Supermasif. (shutterstock)

Pematangsiantar, Sinata.id – Pertumbuhan lubang hitam supermasif (supermassive black holes / SMBH) di alam semesta kini mengalami perlambatan signifikan dibanding masa lalu.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal dan dilansir dari laman Universe Today, Rabu (8/4/2026).

Advertisement

Para ilmuwan menemukan bahwa SMBH tidak lagi tumbuh secepat saat awal pembentukannya, padahal miliaran tahun lalu, lubang hitam ini berkembang dengan sangat pesat.

Masa Puncak Pertumbuhan Sudah Lewat

Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan SMBH mencapai puncaknya pada periode yang disebut cosmic noon, sekitar 9,5–10,5 miliar tahun lalu, ketika usia alam semesta baru sekitar 3–4 miliar tahun. Pada masa ini, jumlah inti galaksi aktif (Active Galactic Nuclei / AGN) yang sangat terang jauh lebih banyak dibandingkan saat ini.

Baca Juga  Ramai Tren Foto Profil Brave Pink dan Hero Green di Media Sosial, Begini Cara Bikinnya

AGN merupakan fase ketika lubang hitam aktif menyerap materi di sekitarnya, menghasilkan energi tinggi, terutama dalam bentuk sinar-X, yang dapat diamati oleh teleskop luar angkasa. Namun setelah periode tersebut, laju pertumbuhan SMBH mulai menurun drastis hingga kini.

Penulis utama penelitian, Zhibo Yu, menyebut bahwa perlambatan ini telah menjadi pertanyaan besar dalam astronomi:

“Penyebab perlambatan besar ini telah menjadi sebuah misteri yang sudah lama ada. Dengan data sinar-X ini dan pengamatan pendukung pada panjang gelombang lain, kita dapat menguji berbagai gagasan dan mempersempit jawabannya,” ujar Zhibo Yu.

Peran Pengamatan Sinar-X

Untuk mengungkap penyebab perlambatan, para peneliti menggunakan data dari teleskop sinar-X seperti Chandra, XMM-Newton, dan eROSITA. Ketika lubang hitam mengakresi materi, gas dan debu membentuk cakram berputar yang memanas dan memancarkan sinar-X.

Baca Juga  Fenomena Flower Moon 1 Mei 2026: Jadwal, Cara Melihat, dan 7 Fakta Ilmiahnya

Semakin kuat pancaran sinar-X dari suatu AGN, semakin cepat pertumbuhan lubang hitam tersebut. Dengan membandingkan emisi ini pada berbagai periode waktu (redshift), ilmuwan dapat melacak perubahan laju pertumbuhan SMBH.

Dalam studi ini, tim menganalisis sekitar 1,3 juta galaksi dan 8.000 lubang hitam supermasif.

Tiga Dugaan Penyebab Perlambatan

Penelitian ini mengajukan tiga kemungkinan penyebab perlambatan pertumbuhan SMBH:

Laju akresi materi yang menurun

Massa lubang hitam yang rata-rata lebih kecil

Jumlah lubang hitam aktif yang semakin sedikit

Hasil analisis menunjukkan faktor utama perlambatan adalah menurunnya laju konsumsi materi oleh lubang hitam.

Kehabisan “Makanan” di Alam Semesta

Lubang hitam supermasif bergantung pada gas dingin sebagai sumber “makanan”, yang juga menjadi bahan utama pembentukan bintang. Seiring waktu, ketersediaannya menipis sejak periode cosmic noon.

Baca Juga  Kode Redeem FC Mobile 4 Maret 2026 Terbaru, Klaim Gems dan Pemain OVR Tinggi

“Tampaknya konsumsi materi oleh lubang hitam telah sangat melambat seiring bertambahnya usia alam semesta,” ujar peneliti Niel Brandt.
“Ini kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya pasokan gas dingin yang tersedia untuk diserap sejak masa cosmic noon,” tutupnya. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini