Tokyo, Sinata.id – Sebuah struktur batu besar di dasar laut dekat Pulau Yonaguni, Jepang, memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.
Bentuknya yang menyerupai tangga dan piramida membuat sebagian orang menduga bahwa struktur tersebut adalah peninggalan peradaban kuno yang tenggelam.
Namun, banyak peneliti meyakini formasi itu terbentuk secara alami. Hingga kini, asal-usul Yonaguni Monument masih menjadi topik diskusi dalam kajian geologi dan arkeologi bawah laut.
Penemuan Secara Tidak Sengaja
Dilansir dari BBC, Senin (6/4/20260, struktur ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam lokal pada 1980-an. Yonaguni kemudian menjadi salah satu situs penyelaman terkenal di Jepang.
Penemuan bermula pada 1986 ketika penyelam bernama Kihachiro Aratake menjelajahi perairan sekitar Pulau Yonaguni untuk mencari lokasi baru bagi wisata selam. Pada kedalaman sekitar 25 meter, ia menemukan formasi batu besar dengan permukaan datar dan sudut-sudut tajam, menyerupai tangga atau teras bertingkat. Aratake segera melaporkan temuannya kepada ilmuwan untuk penelitian lebih lanjut.
“Sekitar 35 tahun lalu, saat saya mencari titik penyelaman, saya menemukannya secara tidak sengaja,” ujar Aratake dalam wawancara dengan BBC pada 2022. “Saya sangat emosional ketika menemukannya. Saat menyadari penemuan itu, saya tahu ini akan menjadi harta bagi Pulau Yonaguni.”
Sejak penemuan tersebut, lokasi ini menjadi daya tarik bagi penyelam dari berbagai negara.
Formasi Alam atau Peninggalan Manusia?
Meski tampak seperti bangunan buatan, banyak ahli geologi berpendapat bahwa Yonaguni Monument terbentuk secara alami.
Batuan di wilayah Yonaguni memiliki pola retakan alami yang dapat menghasilkan permukaan datar dan sudut tajam. Terkena erosi laut dan aktivitas tektonik, lapisan batu ini membentuk pola yang menyerupai tangga atau dinding. Oleh karena itu, sebagian ilmuwan lebih condong menjelaskan struktur ini sebagai formasi geologi alami dibandingkan sebagai peninggalan arsitektur kuno.
Ikon Wisata Pulau Yonaguni
Terlepas dari perdebatan ilmiah, Yonaguni Monument kini menjadi salah satu daya tarik utama Pulau Yonaguni. Menurut situs resmi Japan Travel, pulau di Prefektur Okinawa ini terkenal sebagai destinasi selam dengan pemandangan bawah laut unik.
Wisatawan banyak datang untuk menyaksikan langsung formasi batu yang dijuluki “kota bawah laut Yonaguni”. Selain menarik wisatawan, situs ini juga memicu penelitian mengenai bagaimana proses alam dapat menciptakan bentuk yang tampak menyerupai karya manusia. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini