Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

AS Gencarkan Tekanan ke Kuba, Ancam Hentikan Minyak dan Dana

as gencarkan tekanan ke kuba, ancam hentikan minyak dan dana
Kuba

Washington, Sinata.id – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah mengintensifkan upaya menekan Kuba dengan mencari mitra di dalam lingkaran pemerintahan Havana untuk membuka jalan negosiasi yang dapat mengakhiri kekuasaan Komunis di negara itu sebelum akhir tahun.

Langkah tersebut muncul setelah Washington menilai posisi Kuba kian rapuh menyusul hilangnya dukungan utama dari Venezuela.

Advertisement

Laporan Wall Street Journal, yang mengutip sumber-sumber terkait, menyebutkan pejabat AS meyakini perekonomian Kuba berada di ambang kehancuran.

Krisis ekonomi yang memburuk dinilai membuat pemerintah Kuba semakin rentan, sekaligus membuka peluang bagi AS untuk meningkatkan tekanan politik dan ekonomi.

Meski belum memiliki rencana konkret untuk merombak rezim Kuba, para pejabat AS memandang penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan konsesi yang mengikutinya sebagai sinyal peringatan bagi Havana.

Operasi tersebut dianggap menunjukkan konsekuensi yang dapat terjadi jika Kuba memilih untuk terus menentang tekanan Washington.

Baca Juga  Trump Ultimatum Langsung ke Iran: “Akan Ada Akibat Sangat Traumatis Jika Tak Ada Kesepakatan Nuklir”

“Saya sangat menyarankan mereka membuat kesepakatan. Sebelum terlambat,” ujar Trump dalam unggahan di media sosial pada 11 Januari.

Dalam pernyataan yang sama, Trump menegaskan tidak akan ada lagi pengiriman minyak atau dana ke Kuba.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, pejabat AS dilaporkan telah menggelar pertemuan dengan kelompok-kelompok pengasingan Kuba di Miami dan Washington.

Pertemuan itu bertujuan mengidentifikasi individu di dalam pemerintahan Kuba yang dinilai berpotensi bersedia bernegosiasi dengan AS.

Wall Street Journal juga melaporkan bahwa operasi penangkapan Maduro diduga melibatkan bantuan dari orang dalam.

Selain itu, serangan militer AS di Caracas disebut menewaskan 32 tentara dan operator intelijen Kuba yang bertugas melindungi Maduro.

Penilaian intelijen AS menggambarkan kondisi ekonomi Kuba sangat memprihatinkan, ditandai dengan kelangkaan bahan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta pasokan listrik.

Washington disebut berencana memperparah tekanan dengan menghentikan aliran minyak dari Venezuela dan menargetkan misi medis Kuba di luar negeri yang selama ini menjadi sumber utama devisa negara tersebut.

Baca Juga  Krisis BBM Australia Meluas, Hampir 500 SPBU Kehabisan Stok

“Para penguasa Kuba adalah kaum Marxis yang tidak kompeten yang telah menghancurkan negara mereka sendiri dan mereka mengalami kemunduran besar dengan jatuhnya rezim Maduro yang selama ini mereka bantu pertahankan,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Pejabat tersebut kembali menegaskan bahwa Kuba seharusnya segera membuat kesepakatan sebelum situasi memburuk.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan kepentingan nasional Washington adalah mendorong Kuba diperintah secara demokratis serta mencegah akses kekuatan militer dan intelijen yang dianggap bermusuhan ke pulau tersebut.

Sejumlah pejabat menyebut Trump lebih memilih strategi tekanan yang tetap membuka ruang negosiasi, ketimbang pendekatan perubahan rezim secara langsung.

Meski demikian, para sekutu Trump menilai runtuhnya pemerintahan Komunis Kuba hanya soal waktu, seraya mengingatkan potensi ketidakstabilan yang dapat menyertainya.

Di sisi lain, pemerintah Kuba menegaskan sikap menolak tekanan AS. Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan negaranya tidak akan tunduk pada paksaan atau intimidasi.

Baca Juga  Iran dan AS Berselisih soal Pencabutan Sanksi Nuklir, Negosiasi Berlanjut

“Tidak ada penyerahan atau kapitulasi yang mungkin terjadi, maupun bentuk pemahaman apa pun yang didasarkan pada paksaan atau intimidasi,” ujar Diaz-Canel dalam upacara peringatan bagi personel Kuba yang tewas saat melindungi Maduro.

Sementara itu, kondisi kehidupan di Havana dilaporkan semakin sulit. Pemadaman listrik yang kian sering dan kelangkaan bahan bakar membuat jalan-jalan ibu kota sepi pada malam hari.

Dalam keheningan tersebut, suara warga memukul panci dari dalam rumah terdengar sesekali sebagai bentuk protes anonim.

“Anda tidak bisa tahu siapa yang melakukannya. Mereka tidak berteriak atau mengatakan apa pun. Hanya suara panci yang dipukul,” kata Rodolfo Jimenez, seorang pensiunan yang telah tinggal di jalan yang sama di Havana sepanjang hidupnya. “Mereka hanya melakukannya pada malam hari. Orang-orang takut dilaporkan.” (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini