Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 04 Juni 2026 |17:08 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.5K DMI • BLW • FOB TDUKU • FRC TBAYUR • FRC PLMBG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
MERANTI7 N4 (MERANTI7)
Vol: 0.5K · DMI
15025 (AGM) 15010 (IBP) 14921 (EUP) 15075 AGM ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · BLW
15025 (ARM) 15010 (MM) 14951 (EOP) 15075 ARM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
14825 (AGM) 14785 (MM) 14736 (PRISCOLIN) 14875 AGM ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FRC TBAYUR
14880 (WIRA) 14759 (WNI) 8000 (PRCW) 14945 WIRA ACC
N7 N4 (N7)
Vol: 0.5K · FRC PLMBG
14875 (AGM) 14860 (MM) 14771 (PRISCOLIN) 14925 AGM ACC
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Tender PTPN didominasi transaksi ACC dengan persaingan harga yang cukup ketat antar bidder. AGM memenangkan tender DMI, FOB TDUKU, dan FRC PLMBG, sementara ARM unggul di BLW dan WIRA memenangkan tender FRC TBAYUR. Tender LOCO LUWU belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Yonaguni Monument di Jepang, Kota Bawah Laut Misterius yang Viral

yonaguni monument di jepang, kota bawah laut misterius yang viral
Laut Yonaguni di Jepang. (insidejapantours)

Tokyo, Sinata.id – Sebuah struktur batu besar di dasar laut dekat Pulau Yonaguni, Jepang, memicu perdebatan di kalangan ilmuwan.

Bentuknya yang menyerupai tangga dan piramida membuat sebagian orang menduga bahwa struktur tersebut adalah peninggalan peradaban kuno yang tenggelam.

Advertisement

Namun, banyak peneliti meyakini formasi itu terbentuk secara alami. Hingga kini, asal-usul Yonaguni Monument masih menjadi topik diskusi dalam kajian geologi dan arkeologi bawah laut.

Penemuan Secara Tidak Sengaja

Dilansir dari BBC, Senin (6/4/20260, struktur ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang penyelam lokal pada 1980-an. Yonaguni kemudian menjadi salah satu situs penyelaman terkenal di Jepang.

Penemuan bermula pada 1986 ketika penyelam bernama Kihachiro Aratake menjelajahi perairan sekitar Pulau Yonaguni untuk mencari lokasi baru bagi wisata selam. Pada kedalaman sekitar 25 meter, ia menemukan formasi batu besar dengan permukaan datar dan sudut-sudut tajam, menyerupai tangga atau teras bertingkat. Aratake segera melaporkan temuannya kepada ilmuwan untuk penelitian lebih lanjut.

Baca Juga  Kamboja Deportasi 2.671 WNA, Mayoritas Terlibat Penipuan Daring

“Sekitar 35 tahun lalu, saat saya mencari titik penyelaman, saya menemukannya secara tidak sengaja,” ujar Aratake dalam wawancara dengan BBC pada 2022. “Saya sangat emosional ketika menemukannya. Saat menyadari penemuan itu, saya tahu ini akan menjadi harta bagi Pulau Yonaguni.”

Sejak penemuan tersebut, lokasi ini menjadi daya tarik bagi penyelam dari berbagai negara.

Formasi Alam atau Peninggalan Manusia?

Meski tampak seperti bangunan buatan, banyak ahli geologi berpendapat bahwa Yonaguni Monument terbentuk secara alami.

Batuan di wilayah Yonaguni memiliki pola retakan alami yang dapat menghasilkan permukaan datar dan sudut tajam. Terkena erosi laut dan aktivitas tektonik, lapisan batu ini membentuk pola yang menyerupai tangga atau dinding. Oleh karena itu, sebagian ilmuwan lebih condong menjelaskan struktur ini sebagai formasi geologi alami dibandingkan sebagai peninggalan arsitektur kuno.

Baca Juga  Dubes RI Libatkan Silicon Valley dalam Negosiasi Tarif Dagang

Ikon Wisata Pulau Yonaguni

Terlepas dari perdebatan ilmiah, Yonaguni Monument kini menjadi salah satu daya tarik utama Pulau Yonaguni. Menurut situs resmi Japan Travel, pulau di Prefektur Okinawa ini terkenal sebagai destinasi selam dengan pemandangan bawah laut unik.

Wisatawan banyak datang untuk menyaksikan langsung formasi batu yang dijuluki “kota bawah laut Yonaguni”. Selain menarik wisatawan, situs ini juga memicu penelitian mengenai bagaimana proses alam dapat menciptakan bentuk yang tampak menyerupai karya manusia. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini