Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Sains & Teknologi

Fenomena Langit April 2026, Pink Moon dan Hujan Meteor Hiasi Langit Malam Indonesia

fenomena langit april 2026, pink moon dan hujan meteor hiasi langit malam indonesia
Ilustrasi fenomena bulan (Istimewa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Langit malam padIlustrasia April 2026 akan dipenuhi berbagai fenomena astronomi menarik yang dapat diamati dari Bumi, termasuk Indonesia. Mulai dari Bulan Purnama Pink Moon, hujan meteor, hingga konjungsi antar benda langit menjadi daya tarik utama bagi para pecinta astronomi.

Berdasarkan data dari situs astronomi In The Sky, sejumlah peristiwa langit ini bisa dinikmati dengan mata telanjang, selama kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

Advertisement

Pink Moon Hiasi Awal April

Fenomena pertama yang akan muncul adalah Bulan Purnama Pink Moon pada 2 April 2026. Pada fase ini, Bulan berada tepat berseberangan dengan Matahari sehingga seluruh permukaannya terlihat terang dari Bumi.

Baca Juga  Asteroid Raksasa 99942 Apophis Dekati Bumi 2029, Seberapa Aman?

Meski disebut β€œPink Moon”, Bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox di musim semi. Fenomena ini menjadi salah satu yang paling mudah diamati tanpa alat bantu.

Hujan Meteor Lyrid Capai Puncak

Selanjutnya, hujan meteor Lyrid diperkirakan mencapai puncaknya pada 22 April 2026. Meteor ini berasal dari sisa debu komet C/1861 G1 Thatcher yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Pada puncaknya, beberapa meteor dapat terlihat setiap jam, terutama dari arah rasi bintang Lyra. Waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, di lokasi dengan langit gelap.

Baca Juga  Ambisi Baru Donald Trump: Taklukkan Bulan Sebelum Mars

Hujan Meteor Pi Puppid di Akhir Bulan

Di penghujung April, tepatnya sekitar 24 April 2026, akan terjadi hujan meteor Pi Puppid. Fenomena ini berasal dari komet 26P/Grigg-Skjellerup yang meninggalkan jejak partikel di orbitnya.

Hujan meteor ini umumnya lebih jelas terlihat di belahan bumi selatan. Namun, dalam kondisi tertentu, pengamat di wilayah lain tetap berpeluang menyaksikannya, terutama jika berada di area dengan horizon terbuka.

Konjungsi dan Objek Langit Lainnya

Selain itu, April 2026 juga menghadirkan berbagai fenomena lain seperti konjungsi Bulan dengan planet-planet terang, termasuk Jupiter dan Mars. Peristiwa ini terjadi ketika posisi benda langit tampak berdekatan dari sudut pandang Bumi.

Baca Juga  Fenomena Kosmik Langka! Astronom Rekam Tabrakan Dua Planet 11.000 Tahun Cahaya dari Bumi

Beberapa fenomena tersebut dapat diamati dengan mata telanjang, sementara lainnya membutuhkan teleskop sederhana. Selain itu, kemunculan asteroid dan komet juga menjadi daya tarik tambahan bagi pengamat langit.

Perubahan fase Bulan sepanjang bulan turut menambah variasi objek yang bisa diamati. Mulai dari fase sabit hingga purnama, semua memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam.

April 2026 menjadi momen yang tepat bagi siapa saja yang ingin mulai mengamati fenomena astronomi. Dengan kondisi langit yang mendukung, berbagai peristiwa ini dapat disaksikan secara langsung tanpa perlu peralatan khusus.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini