Nanjing, Sinata.id — Pendiri Suning Group, Zhang Jindong, dilaporkan mengalami kejatuhan finansial setelah seluruh aset pribadinya dilikuidasi untuk melunasi utang perusahaan. Zhang juga dikenal sebagai mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan.
Seperti dilansir Minggu (22/3/2026), Pengadilan Rakyat Menengah Nanjing mengumumkan penyelesaian restrukturisasi utang yang melibatkan Suning.com bersama 38 perusahaan afiliasinya. Nilai restrukturisasi tersebut mencapai 238,7 miliar yuan atau sekitar 29,9 miliar euro.
Dalam proses tersebut, Zhang yang selama tiga dekade memimpin grup, harus menyerahkan seluruh kekayaan pribadinya karena berstatus sebagai penjamin utang perusahaan. Berbagai aset miliknya, mulai dari properti, saham, instrumen keuangan, hingga koleksi pribadi, dilelang melalui pengadilan maupun dialihkan melalui skema negosiasi.
Seluruh hasil penjualan aset tersebut digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan kepada kreditur. Kondisi ini menjadikan Zhang sebagai salah satu pendiri perusahaan besar di Tiongkok yang kehilangan seluruh kekayaan pribadinya akibat restrukturisasi utang.
Tidak hanya kehilangan aset langsung, kepemilikan saham Zhang di puluhan perusahaan dalam grup juga telah dialihkan. Termasuk kepemilikan tidak langsung di Suning.com yang sebelumnya dijaminkan dalam jumlah besar. Saat ini, Zhang dan keluarganya disebut tidak lagi memiliki aset bebas yang dapat diakses.
Krisis keuangan ini bermula dari ekspansi agresif yang dilakukan Suning pada periode 2016 hingga 2020. Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan menghimpun lebih dari 180 miliar yuan melalui pinjaman bank, obligasi, dan berbagai instrumen pembiayaan lainnya, termasuk untuk mengakuisisi Inter Milan.
Namun, pandemi Covid-19 pada 2020 menjadi titik balik yang memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Penutupan toko fisik menyebabkan pendapatan anjlok drastis, sementara kemampuan untuk melakukan pembiayaan ulang (refinancing) utang menjadi terhambat.
Pada 2021, Suning mencatatkan kerugian lebih dari 40 miliar yuan dengan utang jatuh tempo yang melampaui 100 miliar yuan. Upaya penjualan sebagian saham yang dilakukan saat itu hanya mampu meredam tekanan sementara, tanpa menyelesaikan masalah secara menyeluruh.
Struktur jaminan utang yang melibatkan aset pribadi akhirnya memaksa dilakukannya likuidasi total terhadap kekayaan Zhang, termasuk properti mewah di berbagai kota, instrumen investasi, serta koleksi seni bernilai tinggi.
Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia bisnis mengenai risiko ekspansi yang terlalu bergantung pada utang, terutama ketika disertai jaminan pribadi. Pengelolaan risiko yang matang dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan dan stabilitas perusahaan. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini