Jakarta, Sinata.id – Kementerian Perhubungan mengajak masyarakat memantau pergerakan Angkutan Lebaran 2026 secara langsung melalui platform digital Nusantara Hub – Live Streaming.
Layanan ini disediakan sebagai sumber informasi resmi agar masyarakat dapat mengetahui kondisi terkini arus mudik dan balik tanpa terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Pemantauan terintegrasi tersebut didukung Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional selama periode Lebaran.
Melalui Nusantara Hub, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai dari kondisi lalu lintas, pergerakan transportasi, cuaca, hingga titik-titik rawan di sejumlah simpul transportasi.
Platform Nusantara Hub sendiri merupakan sistem digital terpadu yang dikembangkan Kementerian Perhubungan untuk mendukung layanan transportasi lintas moda.
Selain itu, platform ini juga dimanfaatkan dalam penyelenggaraan program mudik gratis agar lebih transparan dan terintegrasi.
Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran layanan transportasi selama musim mudik dan arus balik.
Ia menyebut seluruh fasilitas dan pelayanan publik terus dipantau agar berjalan optimal selama periode Angkutan Lebaran.
Berdasarkan data Kemenhub, puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3, dengan lonjakan pergerakan di hampir seluruh moda transportasi.
Sementara itu, arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk memantau kondisi perjalanan secara berkala melalui kanal resmi.
Kemenhub mendorong masyarakat menjadikan Nusantara Hub sebagai rujukan utama dalam merencanakan perjalanan.
Dengan informasi real time, pengguna dapat menyesuaikan waktu keberangkatan, memilih rute alternatif, serta menghindari kepadatan.
Selain melalui platform tersebut, masyarakat juga dapat mengakses layanan informasi dan pengaduan resmi melalui Contact Center 151. (A18)
Sumber: Situs Kemenhub









Jadilah yang pertama berkomentar di sini