Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Lebaran 2026 Berpotensi Beda? Ini Jadwal Sidang Isbat dan Prediksi Lengkapnya

lebaran 2026 berpotensi beda? ini jadwal sidang isbat dan prediksi lengkapnya
Ilustrasi Lebaran 2026. (gettyimages)

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 pada Kamis (19/3/2026).

Sidang ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Pusat Kemenag, Jakarta.

Advertisement

Sebelumnya, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 serta Kalender Hijriah Indonesia 2026 memperkirakan Lebaran jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menunggu hasil resmi sidang isbat sebagai acuan penetapan 1 Syawal 1447 H.

Perkiraan Lebaran 2026 Versi BRIN

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi Idul Fitri 1447 H berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada analisis astronomi terhadap posisi hilal.

Baca Juga  Geger Radiasi Cesium 137 di Udang Indonesia, Pemerintah Pastikan Hanya di Cikande

Menurutnya, pada Kamis (19/3/2026) saat magrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

“Kondisi astronomi menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, sehingga awal Syawal berpotensi jatuh pada hari berikutnya,” ujarnya.

Adapun kriteria MABIMS menetapkan awal bulan hijriah jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Muhammadiyah Tetapkan 20 Maret 2026

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026). Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Keputusan tersebut menggunakan metode hisab dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.

Perhitungan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa konjungsi (ijtimak) akan terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 08.23 WIB.

Baca Juga  Jelang Lebaran 2026, Polisi Bongkar Peredaran Daging Impor Kedaluwarsa yang Diduga Siap Masuk Pasar

Pada saat matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal di Indonesia diperkirakan masih rendah, dengan ketinggian berkisar antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat, serta elongasi antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.

Kondisi tersebut membuat peluang terlihatnya hilal masih berada di batas minimal, sehingga hasil rukyatul hilal menjadi penentu utama.

Jadwal Libur Lebaran 2026

Berdasarkan SKB Tiga Menteri, berikut jadwal libur nasional dan cuti bersama Lebaran 2026:

Rabu, 18 Maret 2026: Cuti bersama Hari Suci Nyepi

Kamis, 19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi

Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

Sabtu, 21 Maret 2026: Idul Fitri

Minggu, 22 Maret 2026: Idul Fitri

Baca Juga  Presiden Minta Pejabat Tak Berlebihan Saat Lebaran, Ini Alasannya

Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri

Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah akan menetapkan tanggal resmi Idulfitri melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG, BRIN, ormas Islam, serta perwakilan observatorium.

Sidang akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai titik di Indonesia, sebelum akhirnya pemerintah mengumumkan hasilnya kepada publik.

Berdasarkan berbagai perhitungan, terdapat dua kemungkinan tanggal Lebaran 2026, yaitu 20 Maret (versi Muhammadiyah) dan 21 Maret 2026 (berdasarkan kriteria MABIMS).

Namun, kepastian Hari Raya Idulfitri 1447 H tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini