Jakarta, Sinata.id — Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas. Iran melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat dengan menyatakan siap menyerang fasilitas energi yang terkait dengan kepentingan Washington di kawasan tersebut, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Peringatan itu muncul di tengah eskalasi konflik setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah target Iran. Teheran menegaskan bahwa jika infrastruktur energinya kembali diserang, maka fasilitas minyak dan energi yang berkaitan dengan Amerika di Timur Tengah akan menjadi sasaran balasan.
Seorang sumber yang mengetahui posisi pemerintah Iran menegaskan bahwa serangan terhadap sektor energi Iran akan dibalas secara setimpal. Ia menyatakan, jika Amerika melakukan kesalahan, seluruh fasilitas minyak dan energi di kawasan yang memiliki kepentingan AS akan menjadi target yang sah.
Ancaman tersebut memperlihatkan bagaimana konflik yang awalnya berfokus pada target militer kini mulai merembet ke sektor energi—sektor yang sangat sensitif bagi ekonomi global. Fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk memang menjadi tulang punggung pasokan energi dunia, sehingga setiap ancaman terhadap infrastruktur ini langsung memicu kekhawatiran pasar internasional.
Situasi semakin rumit setelah serangan udara Amerika terhadap instalasi militer Iran di Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama negara itu. Meski serangan tersebut dilaporkan hanya menghantam fasilitas militer, Washington memperingatkan bahwa infrastruktur energi Iran bisa menjadi target berikutnya jika konflik terus meningkat.
Sebagai balasan, Iran memperluas ancaman ke seluruh kawasan, termasuk kemungkinan menyerang instalasi energi yang dioperasikan perusahaan atau sekutu Amerika. Langkah ini berpotensi menyeret negara-negara Teluk dan jaringan industri minyak global ke dalam pusaran konflik yang lebih luas.
Di sisi lain, ketegangan militer juga berdampak pada jalur energi paling strategis dunia, yaitu Selat Hormuz. Jalur sempit di antara Iran dan Oman tersebut menjadi pintu keluar sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini sudah menyebabkan penurunan tajam lalu lintas tanker dan mendorong lonjakan harga minyak global. [a46]










Jadilah yang pertama berkomentar di sini