Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Nasional

Dua Tanker Pertamina Tertahan di Hormuz, RI Putar Haluan Cari Pasokan Minyak dari Negara Lain

dua tanker pertamina tertahan di hormuz, ri putar haluan cari pasokan minyak dari negara lain
Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)

Jakarta, Sinata.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini mulai merembet langsung ke pasokan energi Indonesia. Dua kapal tanker milik anak usaha PT Pertamina, PT Pertamina International Shipping (PIS), dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Persia setelah jalur strategis Selat Hormuz terganggu akibat konflik militer di kawasan tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan perusahaan sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga suplai energi nasional. Salah satunya dengan mendiversifikasi sumber impor minyak dan gas, sehingga pasokan domestik tidak bergantung pada pengiriman dari jalur yang kini berisiko tinggi.

Advertisement

“Kami sudah melakukan diversifikasi sumber impor minyak dan gas,” ujar Simon, dikutip Kamis (12/3/2026).

Baca Juga  Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Kemlu RI Beri Penjelasan

Dua Tanker Masih Menunggu di Zona Aman

Dua kapal tanker milik PIS yang belum bisa melanjutkan pelayaran itu diketahui masih berada di kawasan Teluk Arab sambil menunggu kondisi keamanan memungkinkan untuk melintas.

Pihak perusahaan memastikan kapal dan awak tetap dalam kondisi aman, meski jalur pengiriman minyak global tengah berada dalam tekanan akibat konflik.

Sementara itu pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk melalui jalur diplomasi, agar kapal-kapal tersebut dapat keluar dari wilayah konflik dengan selamat.

Impor Minyak Dialihkan

Sebagai langkah darurat, pemerintah bersama Pertamina mulai menjajaki sumber pasokan alternatif, termasuk dari Amerika Serikat dan negara produsen lain. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan minyak mentah, BBM, dan LPG di dalam negeri tetap terjaga.

Baca Juga  Harga BBM Diesel Mei 2026 Naik Drastis, Ini Daftar Terbaru dan Dampaknya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan langsung mengganggu ketahanan energi nasional karena pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario pasokan cadangan.

Selat Hormuz Jadi Titik Paling Rawan

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur paling vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia tersebut.

Namun sejak konflik militer antara Iran dan blok Barat meningkat, kawasan ini berubah menjadi titik rawan. Serangkaian serangan terhadap kapal komersial bahkan membuat aktivitas pelayaran hampir berhenti dan puluhan kapal tanker terpaksa menunggu di perairan Teluk. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini