Jakarta, Sinata.id – Upaya memperkuat cadangan energi nasional mulai menarik perhatian investor global. Konglomerasi energi asal India, Essar Group, dikabarkan berminat menanamkan investasi untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia. Sinyal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang menyebut penjajakan kerja sama sudah mulai dilakukan.
Menurut Simon, komunikasi awal antara Pertamina dan Essar Group telah berlangsung dan melibatkan pemerintah, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk melihat peluang kolaborasi pembangunan tangki penyimpanan minyak yang dapat memperkuat stok energi nasional.
“Kami sudah sempat bertemu dengan tim dari Essar Group. Mereka juga telah meninjau langsung salah satu kilang Pertamina di Plaju untuk melihat potensi kerja sama pembangunan storage tambahan,” ujar Simon, dikutip Kamis (12/3/2026).
Investor Global Lirik Infrastruktur Energi RI
Minat Essar disebut datang melalui anak usaha mereka yang berbasis di Inggris, Essar Oil UK Ltd. Perusahaan tersebut menjajaki peluang pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah sebagai bagian dari proyek penguatan rantai pasok energi di Indonesia.
Dalam skenario yang tengah dibahas, fasilitas penyimpanan itu berpotensi dikembangkan di wilayah Sumatra, termasuk kawasan industri dan kilang minyak yang sudah ada. Beberapa laporan juga menyebut lokasi proyek sempat dikaitkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Riau.
Pertamina Buka Pintu untuk Mitra Baru
Pertamina menegaskan tidak menutup peluang bagi investor lain untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur penyimpanan minyak. Perusahaan pelat merah tersebut menilai tambahan kapasitas storage sangat penting untuk meningkatkan ketahanan energi Indonesia.
“Kami tentu membuka peluang bekerja sama dengan siapa pun agar kapasitas storage nasional bisa bertambah,” kata Simon.
Dorong Cadangan Energi Nasional
Rencana investasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang ingin memperbesar cadangan energi strategis. Pemerintah tengah mendorong pembangunan tangki penyimpanan minyak agar Indonesia memiliki buffer stok yang lebih kuat, terutama di tengah volatilitas pasar energi global.
Jika terealisasi, proyek storage yang diminati Essar Group diperkirakan tidak hanya memperkuat infrastruktur energi nasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan investor internasional di sektor migas.
Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan fluktuasi harga minyak, langkah memperbesar kapasitas penyimpanan dinilai menjadi strategi penting agar pasokan energi domestik tetap aman. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini