Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Harta Fadia Arafiq Rp85,6 Miliar Usai Terjaring OTT KPK

harta fadia arafiq rp85,6 miliar usai terjaring ott kpk
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan suaminya. (kfmpekalongan)

Jakarta, Sinata.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026).

Usai diamankan, Fadia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Advertisement

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya bupati,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Kekayaan Capai Rp85,6 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 30 Maret 2025, Fadia tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp85,6 miliar.

Baca juga:KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Langsung Dibawa ke Jakarta

Baca Juga  KPK Tetapkan Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman Tersangka Pemerasan THR

Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan yang mencapai Rp74,29 miliar dan tersebar di sejumlah daerah, antara lain Pekalongan, Bogor, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Semarang, Badung, dan Depok.

Selain aset properti, Fadia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,18 miliar, yang terdiri dari:

Mobil Hyundai minibus tahun 2013 senilai Rp200 juta

Mobil Toyota Alphard X A/T 2.4 tahun 2018 senilai Rp980 juta

Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp3,02 miliar serta kas dan setara kas senilai Rp10,33 miliar.

Dalam laporan tersebut, Fadia tercatat memiliki utang sebesar Rp3,2 miliar. Setelah dikurangi kewajiban, total kekayaannya mencapai Rp85.623.500.000.

Baca juga:KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Dugaan Suap Impor Barang Tiruan, Sita Rp5 Miliar

Baca Juga  Kantor Bupati Pekalongan Digeledah KPK, Ruang Fadia Arafiq Ikut Disegel

Status Masih Terperiksa

Hingga kini, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Fadia maupun pihak lain yang turut diamankan dalam OTT tersebut.

Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring operasi senyap tersebut. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini