Teheran, Sinata.id – Militer Iran mulai melancarkan serangan terhadap kapal-kapal pengangkut minyak mentah yang melintasi Selat Hormuz. Aksi ini merupakan buntut dari kebijakan penutupan jalur maritim strategis tersebut oleh Teheran menyusul eskalasi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pada Minggu (1/3), kapal tanker SKYLIGHT berbendera Palau dilaporkan menjadi target serangan saat berada di posisi lima mil laut sebelah utara Pelabuhan Khasab, Kegubernuran Musandam. Pusat Keamanan Maritim Oman mengonfirmasi bahwa insiden tersebut menyebabkan empat orang kru mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan resmi otoritas maritim Oman, kapal tersebut membawa 20 penumpang yang terdiri dari 15 warga negara India dan 5 warga negara Iran. Segera setelah serangan terjadi, seluruh kru berhasil dievakuasi dari kapal yang dilaporkan mengalami kerusakan serius.
“Seluruh 20 penumpang telah dievakuasi,” tulis pernyataan resmi Pusat Keamanan Maritim Oman, Minggu pagi.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi kapal tanker yang hampir tenggelam dengan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di perairan Selat Hormuz.
Baca: http://Harga Minyak Dunia Naik, Ketegangan Timur Tengah Jadi Pemicu
Klaim Militer Iran
Pihak militer Iran melalui media pemerintah mengonfirmasi legalitas serangan tersebut. Teheran berdalih bahwa kapal tanker SKYLIGHT melakukan upaya pelintasan ilegal dan melanggar perintah larangan melintas yang telah ditetapkan sebelumnya.
Laporan dari Middle East Monitor menyebutkan bahwa tindakan militer ini merupakan upaya penegakan blokade di Selat Hormuz.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat tajam setelah Iran memutuskan untuk menutup total Selat Hormuz. Langkah ini diambil pasca serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Operasi militer gabungan AS-Israel tersebut dilaporkan telah melumpuhkan sejumlah petinggi krusial di Teheran. Serangan itu menewaskan beberapa pejabat tinggi militer serta Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu reaksi keras dari angkatan bersenjata Iran di wilayah perairan tersebut. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini