Pattaya, Sinata.id – Salah satu pendiri raksasa e-commerce fesyen asal Inggris, Quentin Griffiths, ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 17 apartemennya di Pattaya, Thailand, pada 9 Februari 2026.
Pria berusia 58 tahun itu ditemukan di luar gedung tempat tinggalnya di kota resor yang terletak di selatan Bangkok. Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan rekaman CCTV.
Seorang sumber kepolisian menyatakan, petugas yang tiba di lokasi langsung memastikan korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan post-mortem.
Dari hasil CCTV, hanya Griffiths yang terlihat memasuki kamar tersebut sehingga polisi tidak mencurigai adanya unsur pidana.
Baca juga:Whip Pink Jadi Sorotan Nasional Usai Kematian Lula Lahfah, Negara Siapkan Aturan Baru
Hasil post-mortem juga tidak menemukan bukti tindak kejahatan, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (25/2/2026).
Namun, kematian Griffiths terjadi di tengah perselisihan hukum dengan mantan istrinya asal Thailand, Ploy Kringsinthanakun (43). Ia sebelumnya menuduh Griffiths menjual secara curang tanah dan saham senilai 500.000 poundsterling dari perusahaan yang mereka kelola bersama.
Kringsinthanakun membantah keterlibatan dalam kematian tersebut. Kepada The Sun, ia menegaskan tidak berada di Pattaya saat kejadian.
“Saya sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematiannya. Bagaimana mungkin saya membunuhnya? Saya tinggal di Bangkok, bukan di Pattaya,” ujarnya.
Sempat Ditangkap Terkait Sengketa
Sebelumnya, pada Januari lalu, Griffiths sempat ditahan di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, setelah dituduh memalsukan dokumen untuk menjual aset perusahaan tanpa sepengetahuan mantan istrinya.
Baca juga:Dugaan Penyebab Kematian Lula Lahfah Disorot, Pihak Klinik Tegaskan Tak Ada Kebocoran Data Medis
Ia membantah seluruh tuduhan dan kemudian dibebaskan setelah pemeriksaan, sementara penyelidikan masih berjalan hingga saat kematiannya.
Sosok Pendiri ASOS
Griffiths dikenal sebagai salah satu pendiri ASOS pada tahun 2000 bersama Nick Robertson dan Andrew Regan. Perusahaan tersebut kemudian berkembang menjadi peritel online global bernilai miliaran poundsterling.
ASOS dalam pernyataannya menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Griffiths dan mengenang perannya pada masa-masa awal perusahaan.
Juru bicara Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) juga menyatakan pihaknya mendukung keluarga korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat di Thailand.
Meski hasil autopsi tidak menemukan unsur pidana, sumber dekat keluarga menyebut kematian Griffiths masih menyisakan tanda tanya. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini