Jakarta, Sinata.id — Pergerakan pasar valuta asing hari ini bergerak dinamis pasca pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington. Respons pelaku pasar global membawa dampak nyata pada kurs mata uang, dengan indeks dolar AS melemah dan rupiah Indonesia menunjukkan penguatan tipis terhadap greenback.
Sentimen ini terjadi di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi AS yang kurang memuat kejutan strategis baru, menimbulkan kehati-hatian investor global yang berdampak pada arus modal di pasar keuangan Asia.
Perdagangan Rabu siang ini (25/2/2026) di pasar spot menunjukkan rupiah bergerak menguat sekitar 0,17%, membentuk level sekitar Rp16.795 per dolar AS pada pukul 13.15 WIB. Penguatan ini turut mengangkat banyak mata uang Asia lainnya, mencerminkan momentum apresiasi terhadap aset regional.
Baca Juga: Kejaksaan Hentikan Kasus Guru Honorer yang Jadi Tersangka Rangkap Jabatan
Secara bersamaan, indeks dolar AS turun sekitar 0,17%, menyusul pidato Presiden Trump yang dinilai menggambarkan gambaran ekonomi AS yang optimis, tetapi tidak memberikan kejutan kebijakan baru yang kuat untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Dalam pidatonya, Trump menyoroti pertumbuhan pendapatan dan penurunan inflasi dalam negeri, sekaligus kembali mengeklaim keberhasilan kebijakannya. Namun ketidakjelasan sinyal arah fiskal dan tidak adanya langkah konkret baru terhadap isu fundamental seperti biaya hidup menimbulkan kehati-hatian pasar, terutama di kalangan investor valuta asing.
Trump juga menegaskan keberlanjutan kebijakan tarif perdagangan dan pemotongan pajak sebagai pilar strategi ekonomi yang akan terus dijalankan, namun hal ini dipandang oleh pelaku pasar sebagai langkah yang kurang menenangkan ketidakpastian global.
Sentimen kehati-hatian investor juga terlihat dari pergerakan rupiah di awal sesi perdagangan. Di hari yang sama, laporan perdagangan menunjukkan rupiah sempat melemah di level Rp16.848 per dolar AS, karena pasar masih menunggu rincian kebijakan yang dapat memengaruhi permintaan aset berisiko global.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menuturkan bahwa pelaku pasar secara intensif mencermati pidato Presiden Trump sebagai sinyal arah kebijakan perdagangan AS serta potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi global. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini