Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Agar Puasa Tetap Bertenaga, Ini Panduan Memilih Menu Sahur

agar puasa tetap bertenaga, ini panduan memilih menu sahur
Ilustrasi

Jakarta, Sinata.id – Pola makan saat sahur berperan penting dalam menjaga stamina dan mencegah rasa lapar berlebihan selama menjalankan ibadah puasa. Asupan gizi yang tepat dapat membantu mempertahankan energi, menstabilkan kadar gula darah, serta menjaga hidrasi tubuh hingga waktu berbuka.

Sejumlah panduan gizi menyarankan agar menu sahur tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, dan cairan yang cukup. Komposisi tersebut dinilai mampu memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepaskan secara bertahap sepanjang hari.

Advertisement

Berikut beberapa prinsip yang dapat diterapkan saat menyusun menu sahur:

1. Utamakan karbohidrat kompleks

Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat sederhana. Proses cerna yang bertahap membantu menjaga kestabilan gula darah dan menunda munculnya rasa lapar. Sumbernya antara lain roti gandum utuh, nasi merah, oat, quinoa, serta umbi-umbian seperti ubi jalar. Kandungan serat dalam bahan pangan tersebut turut mendukung rasa kenyang lebih lama.

Baca Juga  Ha Jung-woo Pacaran dengan Cha Jung-won, Agensi Bantah Isu Nikah 2026

2. Tambahkan sumber protein

Protein berkontribusi dalam meningkatkan rasa kenyang dan menjaga keseimbangan gula darah. Sumber protein hewani seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak dapat menjadi pilihan. Alternatif lainnya meliputi yoghurt, susu, keju cottage, serta protein nabati seperti lentil, kacang-kacangan, dan buncis. Mengombinasikan protein dengan karbohidrat kompleks membantu tubuh lebih siap menjalani puasa.

Baca: Putra Mahkota Arab Saudi Sumbang Rp134 Miliar untuk Program Sosial Ramadan

3. Sertakan lemak sehat dalam porsi cukup

Lemak sehat membantu memperlambat pengosongan lambung, sehingga makanan bertahan lebih lama dalam sistem pencernaan. Alpukat, kacang almond, kenari, biji chia, dan minyak zaitun dapat ditambahkan dalam jumlah terbatas. Meski bermanfaat, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.

Baca Juga  Gerald Situmorang Resmi Nikahi Ayushita, Unggahan Instagram Bikin Warganet Terkejut

4. Perbanyak makanan tinggi serat dan air

Serat mendukung kesehatan saluran cerna sekaligus memperpanjang rasa kenyang. Buah dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, dan beri, serta sayuran seperti mentimun dan bayam, membantu menjaga hidrasi. Biji-bijian seperti oat dan barley serta kacang-kacangan juga berperan dalam menjaga pelepasan energi tetap stabil.

5. Jaga kecukupan cairan

Hidrasi menjadi faktor penting, terutama saat cuaca panas atau durasi puasa panjang. Ahli gizi umumnya menyarankan konsumsi dua hingga tiga gelas air putih secara bertahap saat sahur. Makanan berkuah seperti sup kaldu ringan, yoghurt, susu, serta buah dan sayuran segar dapat membantu mempertahankan cairan tubuh lebih lama.

Baca Juga  Kaya Antioksidan, Ini Manfaat dan Aturan Minum Teh Bunga Telang

Sebaliknya, minuman berkafein, makanan terlalu asin, dan hidangan kering berlebihan sebaiknya dibatasi karena dapat memicu rasa haus lebih cepat akibat efek diuretik dan peningkatan kebutuhan cairan.

Dengan memperhatikan komposisi dan cara konsumsi saat sahur, tubuh dapat memperoleh pasokan energi yang lebih stabil sehingga aktivitas selama puasa tetap berjalan optimal. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini