Jambi, Sinata.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Wilayah Jambi menyatakan turut melakukan investigasi terkait dugaan pembobolan sistem keamanan Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi).
Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah gangguan tersebut berasal dari faktor eksternal atau internal bank.
“Untuk kesimpulannya belum ada karena masih dalam proses investigasi,” ujar Yan saat diwawancarai Kompas.com, Senin (23/2/2026).
Yan menjelaskan, OJK telah meminta Bank Jambi melakukan pendalaman menyeluruh, termasuk audit forensik terhadap gangguan sistem tersebut. Selain itu, Bank Jambi diwajibkan bertanggung jawab sesuai ketentuan apabila terdapat nasabah yang mengalami kerugian.
“Kami juga meminta Bank Jambi meningkatkan pengamanan IT dan channel layanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, menyampaikan bahwa untuk sementara transaksi masih dapat dilakukan secara normal melalui layanan counter di kantor cabang dan cabang pembantu.
“Untuk keperluan audit forensik, saat ini kanal mobile banking dan ATM masih kami tutup sementara,” ujar Zulfikar.
Diketahui, ratusan nasabah mendatangi kantor pusat dan kantor cabang Bank Jambi setelah beredarnya kabar sistem keamanan bank tersebut dijebol. Sejumlah nasabah mengaku kehilangan saldo, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah.
Menanggapi viralnya isu tersebut, Yan Iswara Rosya kembali mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Ia menegaskan kondisi keuangan dan fundamental Bank Jambi secara umum masih terjaga.
Baca juga:Biaya Tinggi, Bank Syariah Jadi PR Besar OJK
“Secara kondisi keuangan dan fundamental, Bank Jambi masih baik, termasuk dari sisi kinerja kredit,” ujarnya.
Terkait hilangnya saldo nasabah, Yan menegaskan kasus tersebut masih dalam proses pendalaman. OJK, kata dia, terus memantau perkembangan dan berkoordinasi intensif dengan Bank Indonesia serta manajemen Bank Jambi.
“Kejadian ini masih dalam proses pendalaman. OJK terus memantau agar penanganannya sesuai ketentuan,” tambahnya.
OJK juga menegaskan belum dapat memberikan kesimpulan akhir mengenai penyebab insiden sebelum hasil audit forensik keluar. Namun, regulator terus mendorong penguatan aspek teknologi informasi di industri perbankan.
“OJK belum bisa memastikan penyebab kejadian sebelum hasil audit forensik. Kami terus mendorong penguatan IT di industri perbankan, meski Bank Jambi selama ini dinilai cukup baik,” pungkas Yan.
Dengan pengawasan ketat dari regulator, masyarakat diharapkan memberi waktu kepada tim investigasi untuk menuntaskan penanganan kasus ini. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini