Teheran, Sinata.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kembali memperingatkan Iran terkait negosiasi kesepakatan nuklir yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Berbicara di Fort Bragg pada Sabtu (14/2/2026), Trump menilai Teheran lebih banyak menyampaikan pernyataan dibandingkan mengambil langkah konkret.
“Saya melihat mereka ingin berbicara, tetapi sejauh ini lebih banyak retorika tanpa tindakan nyata. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya,” ujar Trump.
Ia menambahkan, AS telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah, termasuk rencana pengiriman tambahan kapal induk. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan situasi dapat “diselesaikan sekali untuk selamanya.”
Baca juga:Trump Tegaskan “Perubahan Rezim” di Iran adalah yang Terbaik
Dalam pernyataan terpisah, Trump juga secara terbuka menyinggung kemungkinan pergantian rezim di Iran. Ia menyebut perubahan kepemimpinan di Teheran bisa menjadi opsi terbaik, meski tidak merinci figur yang dimaksud.
Opsi Operasi Militer
Sejumlah pejabat AS menyebut militer tengah mempersiapkan skenario operasi yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu apabila Presiden memerintahkan tindakan militer terhadap Iran. Informasi tersebut disampaikan kepada Reuters oleh dua pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitivitas isu tersebut.
Para pejabat menilai situasi saat ini memiliki implikasi serius bagi jalur diplomasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan menggelar perundingan dengan perwakilan Iran di Jenewa pada Selasa mendatang, dengan Oman bertindak sebagai mediator. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengingatkan bahwa meskipun Trump lebih memilih jalur kesepakatan, prosesnya dinilai tidak mudah.
Penambahan Kekuatan Militer
Pada Jumat (13/2/2026), pejabat AS mengkonfirmasi bahwa Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Pengiriman tersebut melibatkan ribuan personel militer, pesawat tempur, kapal perusak berpeluru kendali, serta perangkat tempur lain yang mampu menjalankan operasi ofensif maupun defensif.
Baca juga:Trump Ultimatum Langsung ke Iran: “Akan Ada Akibat Sangat Traumatis Jika Tak Ada Kesepakatan Nuklir”
Meski demikian, Trump sebelumnya menyatakan skeptis terhadap pengerahan pasukan darat dalam konflik dengan Iran. Ia menegaskan bahwa opsi yang tersedia lebih berfokus pada kekuatan udara dan laut.
Menanggapi kabar persiapan operasi militer berkelanjutan, juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyatakan bahwa Presiden memiliki seluruh opsi yang tersedia terkait Iran.
“Presiden mempertimbangkan berbagai pandangan sebelum mengambil keputusan, dengan prioritas utama pada kepentingan nasional dan keamanan Amerika Serikat,” ujar Kelly.
Pentagon sendiri menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Situasi ini memperlihatkan meningkatnya tensi antara kedua negara, di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini