Pematangsiantar, Sinata.id – Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, menjalin kerja sama dengan perusahaan manajemen aset global Franklin Templeton untuk meluncurkan program jaminan (collateral) luar bursa bagi nasabah institusional.
Kolaborasi ini memungkinkan investor menggunakan dana pasar uang yang telah ditokenisasi sebagai agunan dalam transaksi di Binance.
Mekanisme Penggunaan Aset Tokenisasi
Melalui layanan tersebut, nasabah yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan unit dana pasar uang yang diterbitkan lewat Platform Teknologi Benji milik Franklin Templeton. Unit dana itu digunakan sebagai jaminan di luar bursa (off-exchange collateral) dengan dukungan Ceffu sebagai mitra kustodian Binance.
Baca juga:Purbaya Buka Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2026
Nilai unit dana yang diterbitkan melalui Benji akan terintegrasi dalam sistem perdagangan Binance. Namun, aset tokenisasi tersebut tetap disimpan secara aman di luar bursa dalam kustodian teregulasi, sehingga tidak berada langsung di platform perdagangan.
Tingkatkan Efisiensi Modal dan Kurangi Risiko
Program ini dirancang untuk menjawab tantangan yang kerap dihadapi investor institusional di pasar aset digital. Dengan skema tersebut, nasabah tetap dapat memperoleh imbal hasil dari instrumen pasar uang yang teregulasi tanpa harus menempatkan dana langsung di bursa kripto.
Model ini juga dinilai mampu menekan risiko pihak lawan (counterparty risk), karena aset tetap berada dalam pengawasan kustodian resmi. Dengan demikian, investor dapat mendukung aktivitas perdagangan sekaligus menjaga likuiditas serta perlindungan regulasi.
Head of VIP & Institutional Binance, Catherine Chen, menyatakan bahwa kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani aset digital dengan sistem keuangan tradisional.
“Bermitra dengan Franklin Templeton untuk menghadirkan aset dunia nyata (real world assets/RWA) yang ditokenisasi sebagai solusi agunan luar bursa merupakan langkah lanjutan dalam misi kami mendekatkan aset digital dan keuangan tradisional,” ujarnya, seperti dilansir Rabu (11/2/2026).
Baca juga:Harga CPO Bursa Malaysia Kembali Menguat, Pasar Baca Peluang Rebound Jangka Pendek
Kerja sama ini menegaskan tren integrasi antara sektor kripto dan lembaga keuangan konvensional (tradfi) yang semakin terbuka terhadap inovasi berbasis blockchain. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini