Simalungun, Sinata.id β Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun (PSS) menggelar perayaan dies natalis secara nasional Ke-76 tahun dan dies natalis GMKI PSS ke -64 tahun di Student Center GMKI PSS Jalan Asahan KM 3, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Senin (09/02/2026)
Perayaan Dies Natalis tersebut sebuah refleksi di mana GMKI telah lama berdiri sejak 9 Februari 1950. GMKI juga telah banyak melahirkan kader-kader untuk menjadi pemimpin dan penggerak dan melayani di Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.
Acara dies natalis tersebut berlangsung dengan hikmat dan penuh refleksi yang dihadiri oleh Senior GMKI dan Anggota GMKI PSS.
Rangkaian kegiatan dies natalis tersebut berupa ibadah, upacara nasional dan upacara organisasi, pembacaan pidato ketua umum, kata sambutan dan pemotongan kue.
Ketua cabang GMKI PSS, Yova Purba, menyampaikan terima kasih kepada senior dan anggota GMKI PSS yang telah hadir dalam acara ini dan bersama-sama mensukseskan acara tersebut.
Dalam perayaan dies natalis ini GMKI secara nasional sudah berumur 76 tahun dan cabang PSS 64 tahun, di umur yang sudah bertambah ini GMKI sudah melalui proses panjang baik itu dinamika internal dan eksternal yang telah dilalui.
Sejarah panjang tersebut dapat menjadi refleksi untuk memberikan semangat juang baru dalam melakukan pelayanan di Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.
βKader GMKI harus bisa menjadi Pemimpin bukan di lihat dari gender mau itu perempuan ataupun laki-laki dan memposisikan dirinya sebagai Pelayanan untuk memuliakan nama Tuhan,β ucap Yopa.
Lanjutnya, sebagai kader GMKI harus tetap percaya dalam pendiriannya bukan ikut-ikutan, tetapi berproses sesuai dengan talenta yang di miliki, tidak ada orang yang selesai dalam belajar, Tiga Medan Layan GMKI harapannya kader GMKI dapat melaksanakannya.
Dalam perayaan ini, merupakan momentum bagi anggota GMKI untuk merefleksikan perjalanan dan perjuangan dari pada pendahulu yang sudah pertama menampakkan kaki untuk melayani di GMKI.
Oleh karena itu di perayaan dies natalis ini adalah panggilan untuk kembali kepada sumber yaitu Yesus Kristus sebagai Sang Kepala Gerakan. Tanpa fondasi rohani yang kuat, gerakan akan kehilangan arah. Tanpa keberanian moral, iman akan menjadi formalitas.
βKiranya api pelayanan tidak padam, dan keberanian tidak surut oleh zaman Ut Omnes Unum Sint,β pungkasnya. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini